Berita, Nasional

Bahas G30S PKI Di Lubang Buaya Roy Suryo Sebut Lokasi Penemuan Jenderal Sebenarnya Adalah Sumur Maut

Repelita.id

29 September 2026 17:52 WIB

Bahas G30S PKI Di Lubang Buaya Roy Suryo Sebut Lokasi Penemuan Jenderal Sebenarnya Adalah Sumur Maut
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah ulasan mendalam mengenai sejarah kelam peristiwa Gerakan 30 September dibahas secara eksklusif oleh tokoh pakar telematika Roy Suryo langsung dari kawasan Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya.

Pemaparan historis yang mengupas tuntas fakta di balik lokasi penemuan para perwira militer tersebut disiarkan secara luas melalui tayangan video di kanal YouTube resmi Roy Suryo Channel.

ADVERTISEMENT

Melalui penjelasannya pada hari Selasa tanggal 29 September 2026 Roy Suryo meluruskan pemahaman publik bahwa tempat ikonik di belakangnya tersebut sebenarnya merupakan sebuah sumur maut kuno dan bukan bernama lubang buaya.

Dirinya menerangkan bahwa sebutan nama Lubang Buaya pada dasarnya merujuk kepada penamaan kawasan wilayah geografis setempat yang posisinya berada di sekitar daerah Halim Jakarta Timur.

Menurut penuturan Roy Suryo penamaan wilayah tersebut dilatarbelakangi oleh keberadaan sebuah aliran sungai besar di bagian belakang lokasi yang pada medio tahun 1960-an konon masih dihuni banyak buaya.

Berdasarkan data kronologi yang dipaparkan sumur tua berdiameter 75 sentimeter dengan kedalaman mencapai 12 meter itu pertama kali berhasil ditemukan pada tengah malam tanggal 3 Oktober 1965.

Proses pencarian titik lokasi tersebut berhasil dilakukan oleh jajaran prajurit KKO Angkatan Laut TNI setelah mendapatkan petunjuk penting dari seorang agen kepolisian bernama Sukitman.

Roy Suryo mengutip teks narasi penuh haru yang terpahat pada monumen tersebut yaitu "Cita-cita perjuangan kami untuk menegakkan kemurnian Pancasila tidak mungkin dipatahkan hanya dengan mengubur kami dalam sumur ini.".

Dalam ulasannya ia juga menyayangkan sikap politik dari rezim pemerintahan masa lalu yang sempat mencabut keputusan presiden terkait pelarangan organisasi terlarang dan justru menyampaikan permohonan maaf.

Ia berharap momentum pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2026 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat meluruskan kembali arah perjuangan bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok 

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung