Berita, Timur Tengah

AS Resmi Tangguhkan Serangan ke Iran, Trump Terima Proposal 10 Poin Demi Perdamaian

Repelita.id

08 April 2026 21:55 WIB

AS Resmi Tangguhkan Serangan ke Iran, Trump Terima Proposal 10 Poin Demi Perdamaian
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Amerika Serikat resmi menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat pembukaan Selat Hormuz, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penerimaan terhadap proposal perdamaian dari Teheran.

"Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran," demikian pernyataan Trump yang diunggah di akun X Gedung Putih pada Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi," tambah unggahan tersebut.

Berikut adalah isi lengkap proposal 10 poin yang diajukan Iran dan diterima oleh Amerika Serikat sebagai dasar negosiasi perdamaian:

Pertama, komitmen AS untuk memastikan tidak ada lagi tindakan agresi terhadap Iran di masa mendatang.

Kedua, pengakuan atas kontrol berkelanjutan Iran terhadap Selat Hormuz sebagai jalur perairan strategis.

Ketiga, penerimaan hak pengayaan uranium oleh Iran untuk tujuan damai tanpa campur tangan asing.

Keempat, pencabutan semua sanksi primer yang selama ini diberlakukan AS terhadap Iran.

Kelima, pencabutan semua sanksi sekunder yang juga membebani perekonomian Iran.

Keenam, pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB yang memberatkan Iran.

Ketujuh, pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional terhadap program nuklir Iran.

Kedelapan, pembayaran ganti rugi penuh kepada Iran atas segala kerusakan dan kerugian yang diderita selama perang.

Kesembilan, penarikan seluruh pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah.

Kesepuluh, penghentian permusuhan di semua front termasuk Lebanon sebagai bagian dari stabilitas kawasan.

Menurut Trump, poin-poin perselisihan di masa lalu telah disepakati AS dan Iran, dan ia yakin kesepakatan penuh bakal rampung dalam dua minggu ke depan.

"Atas nama Amerika Serikat dan juga sebagai Presiden yang mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian," kata Trump.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mendesak Trump untuk memperpanjang tenggat waktu bagi Iran guna membuka Selat Hormuz selama dua minggu.

"Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu," tulis Sharif melalui media sosial X.

Islamabad memfasilitasi pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung