Berita, Timur Tengah

AS Nekat Blokade Selat Hormuz, Arab Saudi Ketakutan Karena Tau Iran Masih Punya Jurus Pamungkas, Apa Itu?

Repelita.id

15 April 2026 22:45 WIB

AS Nekat Blokade Selat Hormuz, Arab Saudi Ketakutan Karena Tau Iran Masih Punya Jurus Pamungkas, Apa Itu?
Foto: Istimewa

Repelita Riyadh - Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memblokade Selat Hormuz membuat Arab Saudi kebakaran jenggot dan ketar ketir karena mereka merasa terancam akan balasan Iran.

Arab Saudi memperingatkan Amerika Serikat bahwa Iran masih memiliki jurus pamungkas kedua selain Selat Hormuz yang bisa saja digunakan jika jalur perundingan gagal.

ADVERTISEMENT

Arab merasa terancam jika jurus pamungkas Iran berupa penutupan jalur strategis di Laut Merah digunakan sebagai balasan atas blokade Selat Hormuz.

Dilansir dari laporan The Wall Street Journal pada Senin, 13 April 2026, Arab Saudi khawatir kebijakan blokade akan mendorong Iran untuk menutup Selat Bab Al Mandeb di Laut Merah.

Jika hal itu terjadi, jalur alternatif ekspor minyak Kerajaan Arab Saudi akan terganggu secara signifikan.

Selat Bab Al Mandeb merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudera Hindia dan menjadi penghubung utama perdagangan antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.

Pejabat Arab menyebut Iran dapat menekan kelompok Houthi di Yaman yang merupakan sekutunya untuk kembali menutup jalur tersebut.

Pakar Yaman dari lembaga New America, Adam Baron, mengatakan, "Jika Iran ingin menutup Bab al-Mandeb, Houthi adalah mitra yang jelas untuk melakukannya, dan respons mereka terhadap konflik Gaza menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk itu."

Menurut laporan media semi-resmi Iran, Tasnim, blokade juga dapat mendorong Iran menutup pintu masuk Laut Merah.

Kelompok Houthi menguasai garis pantai panjang di dekat Bab al-Mandeb dan telah terbukti mampu mengganggu pelayaran dengan serangan rudal, drone, dan senjata ringan.

Meski intensitas serangan menurun setelah gencatan senjata Gaza pada Oktober 2025, lalu lintas kapal belum sepenuhnya pulih.

Houthi sejauh ini relatif menahan diri dalam konflik terbaru AS-Iran, tetapi tetap menjadi bagian penting dari jaringan milisi Iran dan bisa diaktifkan kembali jika tekanan meningkat.

Kelompok tersebut bahkan menyatakan bahwa menutup Bab al-Mandeb merupakan salah satu opsi mereka dalam menghadapi eskalasi konflik di kawasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung