Berita, Timur Tengah

AS Kembali Ancam Iran: Siap Perang Jika Diplomasi Gagal, Blokade Selat Hormuz Terus Berlanjut

Repelita.id

17 April 2026 11:54 WIB

AS Kembali Ancam Iran: Siap Perang Jika Diplomasi Gagal, Blokade Selat Hormuz Terus Berlanjut
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Amerika Serikat kembali melayangkan peringatan keras kepada Iran di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung, dengan menegaskan kesiapannya melancarkan operasi militer jika Teheran memutuskan keluar dari meja perundingan.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan ultimatum tersebut seraya menekankan bahwa militer Amerika tetap dalam kondisi siaga penuh meskipun saat ini tengah berlangsung gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

“Kami mengawasi Anda,” ujar Hegseth, seraya mengklaim bahwa intelijen AS memantau setiap pergerakan aset militer Iran.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan belum benar-benar mereda dan eskalasi dapat terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, jalur diplomasi masih dibuka melalui delegasi tingkat tinggi Pakistan yang dipimpin oleh Asim Munir setelah melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran untuk menjajaki kemungkinan dimulainya kembali negosiasi antara Teheran dan Washington.

Pemerintah AS menyambut positif langkah tersebut, dan Gedung Putih bahkan mengindikasikan bahwa putaran perundingan berikutnya berpeluang digelar di Islamabad yang menandakan peran penting Pakistan sebagai mediator.

Dalam pernyataan lanjutannya, Hegseth menegaskan bahwa diplomasi memiliki batas waktu dengan memperingatkan bahwa pasukan AS siap kembali berperang kapan saja jika pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan.

“AS kini mempersenjatai diri dengan kekuatan lebih besar dari sebelumnya. Industri energi belum hancur sepenuhnya. Blokade AS menghentikan ekspor. Saya harap Anda memilih kesepakatan yang ada di depan mata,” kata Hegseth.

Ia juga menegaskan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran akan terus berlangsung selama diperlukan, bahkan AS mengklaim telah menguasai sepenuhnya lalu lintas di Selat Hormuz serta menyebut Iran tidak lagi memiliki angkatan laut setelah serangan besar-besaran oleh AS dan Israel.

Iran tidak tinggal diam menghadapi tekanan tersebut karena militer Teheran memperingatkan bahwa mereka dapat memperluas konflik dengan mengganggu jalur perdagangan internasional di luar Selat Hormuz.

Iran mengancam akan memblokir jalur perdagangan di Laut Merah, Teluk, hingga Laut Oman jika blokade AS terus berlanjut, sebuah langkah yang berpotensi mengguncang pasar energi dan rantai pasok global.

Situasi ini menempatkan dunia dalam posisi waspada di mana keberhasilan atau kegagalan diplomasi dapat menentukan arah stabilitas kawasan dan ekonomi global dalam waktu dekat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung