Repelita Washington D.C. - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri mengeluarkan peringatan global kepada sekutu dan mitra internasional mengenai dugaan pencurian teknologi kecerdasan buatan oleh perusahaan asal Tiongkok termasuk startup DeepSeek.
Diplomat Amerika di berbagai negara diminta menyampaikan kekhawatiran resmi tentang praktik pengambilan dan penyulingan model AI milik perusahaan Amerika yang dilakukan pihak asing.
ADVERTISEMENT
Teknik distilasi tersebut memungkinkan pembuatan model AI lebih kecil dan murah dengan memanfaatkan output dari model besar yang mahal meski tanpa izin sehingga berpotensi merusak keunggulan teknologi Amerika.
Menurut dokumen diplomatik internal yang diperoleh Reuters model AI hasil distilasi ilegal bisa tampak setara dalam beberapa pengujian namun tidak sepenuhnya menyamai sistem asli.
Sebelumnya OpenAI telah memperingatkan pemerintah Amerika bahwa DeepSeek diduga mencoba meniru model AI termasuk teknologi di balik ChatGPT untuk keperluan pelatihan sistem mereka.
Pemerintah Tiongkok membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim Amerika tidak berdasar serta bertujuan menghambat kemajuan teknologi negaranya.
Di tengah kontroversi itu DeepSeek justru meluncurkan model terbaru V4 pada 24 April 2026 yang dirancang kompatibel dengan chip buatan Huawei sebagai langkah menuju kemandirian teknologi AI Tiongkok.
Beberapa negara Barat dan sebagian negara Asia telah melarang penggunaan aplikasi DeepSeek di lembaga pemerintah karena risiko keamanan data meski model tersebut tetap populer di kalangan pengguna global terutama pada platform open-source.
Staf Departemen Perdagangan Amerika dilarang menginstal DeepSeek sementara Jerman meminta Google dan Apple menghapus aplikasi tersebut dari toko mereka karena kekhawatiran data pribadi dikirim ke Tiongkok.
Kasus ini semakin menegangkan persaingan teknologi antara Amerika dan Tiongkok di bidang kecerdasan buatan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok