Berita, Timur Tengah

AS Gembar-gembor Invasi Darat ke Iran, Namun Tak Berani Cari Pilot Jet Tempur yang Jatuh lewat Jalur Darat

Repelita.id

05 April 2026 18:58 WIB

AS Gembar-gembor Invasi Darat ke Iran, Namun Tak Berani Cari Pilot Jet Tempur yang Jatuh lewat Jalur Darat
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Gembar-gembor Amerika Serikat yang mengancam akan melakukan invasi darat ke Iran untuk mencari pilot jet tempurnya yang jatuh ternyata tidak pernah terwujud hingga saat ini.

Sebaliknya, Washington justru memilih jalur udara dengan mengerahkan puluhan pesawat tempur dan helikopter dalam operasi penyelamatan yang dinilai sangat berisiko tinggi .

ADVERTISEMENT

Iran, melalui juru bicara Khatam al-Anbiya Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mengumumkan pada Ahad, 5 April 2026, bahwa upaya penyelamatan Amerika tersebut berakhir dengan kegagalan .

Pernyataan Iran ini sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut pilot kedua berhasil ditemukan dalam kondisi selamat melalui operasi paling berani dalam sejarah negeri Paman Sam .

Zolfaghari menegaskan bahwa berdasarkan informasi intelijen, dua pesawat transport militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk yang dikerahkan dalam operasi pencarian pilot AS berhasil dihancurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran .

"Operasi kemenangan dan membanggakan" tersebut menurut Zolfaghari membuktikan bahwa militer AS yang lemah bukanlah kekuatan dominan dalam perang jika berhadapan dengan determinan angkatan bersenjata Iran .

Sindiran tajam juga dilontarkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menyatakan bahwa tujuan perang AS telah merosot drastis dari "pergantian rezim" menjadi sekadar mencari pilot yang hilang .

"Perang tanpa strategi yang brilian yang mereka mulai ini sekarang telah diturunkan dari perubahan rezim menjadi 'Hei! Bisakah ada yang menemukan pilot kita?'," tulis Ghalibaf dalam pernyataannya yang diunggah di media sosial .

Sebelumnya, Iran memang berhasil menembak jatuh dua jet tempur AS pada Jumat, 3 April 2026, yaitu satu F-15E Strike Eagle yang jatuh di wilayah pegunungan Iran selatan dan satu A-10 Warthog di kawasan Teluk .

Insiden penembakan ini menjadi bukti paling nyata bahwa Teheran masih dapat memberi tekanan berarti bagi AS dan Israel, meskipun militernya diklaim sedang melemah akibat serangan terus-menerus .

Mantan pakar Iran dari Departemen Luar Negeri AS, Alan Eyre, menilai keberhasilan Iran menembak jatuh jet tempur Amerika telah mematahkan narasi Washington yang mengklaim telah menguasai segalanya .

"Ini jelas menunjukkan bahwa Iran bisa menang tanpa benar-benar menang. Narasi AS adalah, 'Kita sudah menguasai semuanya.' Ini membantah narasi tersebut," ujar Eyre yang kini menjadi peneliti di Middle East Institute .

Alih-alih menghadapi AS dan Israel secara langsung, Iran memilih pendekatan asimetris dengan menargetkan negara-negara Teluk Arab serta melumpuhkan radar dan fasilitas penting lainnya untuk pertahanan udara .

Iran juga berhasil memperpanjang durasi konflik, memperparah tekanan ekonomi bagi negara-negara Teluk pengekspor minyak maupun AS sendiri, sekaligus memastikan mereka tetap bisa bertarung keesokan harinya .

Hingga kini, Washington belum berani mengirimkan pasukan daratnya ke wilayah Iran untuk melanjutkan pencarian, meskipun sebelumnya gencar menggembar-gemborkan ancaman invasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung