Berita, Timur Tengah

AS Bekukan Aset Kripto Iran Rp5,9 Triliun, Perketat Blokade Minyak

Repelita.id

25 April 2026 21:56 WIB

AS Bekukan Aset Kripto Iran Rp5,9 Triliun, Perketat Blokade Minyak
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Amerika Serikat membekukan aset kripto milik Iran senilai US$344 juta atau sekitar Rp5,9 triliun sebagai bagian dari peningkatan tekanan terhadap Teheran di tenggang gangguan energi Timur Tengah.

"Departemen Keuangan akan terus secara sistematis mengurangi kemampuan Teheran untuk menghasilkan, memindahkan, dan memulangkan dana," janji Menteri Keuangan Scott Bessent dalam sebuah pernyataan di X pada Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa lembaganya memberlakukan sanksi pada sejumlah dompet digital yang terafiliasi dengan Iran, yang berujung pada pembekuan aset tersebut.

Langkah ini diambil ketika utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner menuju Pakistan pada Sabtu (25/4/2026) untuk putaran baru perundingan dengan Iran.

Pasar energi global sebelumnya telah terhambat akibat penutupan Selat Hormuz pasca serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Bessent juga menegaskan bahwa perpanjangan pengecualian satu kali untuk minyak Iran di laut sama sekali tidak akan diberikan.

"Bukan Iran," katanya kepada Associated Press. "Kami menerapkan blokade, dan tidak ada minyak yang keluar."

"Dan kami pikir dalam dua atau tiga hari ke depan, mereka harus mulai menutup produksi, yang akan sangat buruk bagi sumur-sumur mereka," imbuhnya.

Konflik meletus setelah serangan AS-Israel yang menargetkan Iran pada 28 Februari, di mana sejumlah tokoh senior termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei tewas.

Seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengatakan Washington menargetkan cara-cara penghindaran sanksi yang umum seperti perusahaan fiktif, bersamaan dengan teknologi baru seperti aset digital.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS tengah aktif berdialog dengan lembaga keuangan termasuk bursa aset digital.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung