Berita, Internasional

AS Ajak General Motors dan Ford Produksi Senjata, Perang Iran Jadi Momen Perluas Basis Industri Pertahanan

Repelita.id

17 April 2026 21:27 WIB

AS Ajak General Motors dan Ford Produksi Senjata, Perang Iran Jadi Momen Perluas Basis Industri Pertahanan
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Pejabat senior pertahanan Amerika Serikat dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan para eksekutif puncak perusahaan raksasa otomotif seperti General Motors dan Ford Motor untuk membahas kemungkinan produksi senjata dan perlengkapan militer lainnya .

Laporan Wall Street Journal yang dirilis pada Rabu (15/4/2026) mengungkapkan bahwa pembicaraan awal ini sebenarnya sudah dimulai sebelum pecahnya perang melawan Iran, sebagai bagian dari keinginan pemerintahan Trump agar produsen mobil memainkan peran lebih besar dalam industri pertahanan .

ADVERTISEMENT

Para pejabat pertahanan menyampaikan kepada perusahaan-perusahaan otomotif tersebut bahwa mereka mungkin dibutuhkan untuk mendukung kontraktor pertahanan tradisional, seraya menanyakan apakah pabrik-pabrik mobil dapat dengan cepat beralih ke pekerjaan pertahanan .

Selain General Motors dan Ford Motor, GE Aerospace serta produsen kendaraan dan mesin Oshkosh juga termasuk di antara perusahaan yang terlibat dalam pembicaraan dengan pejabat Pentagon .

Seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Departemen Pertahanan berkomitmen untuk memperluas basis industri pertahanan dengan cepat dengan memanfaatkan semua solusi dan teknologi komersial yang tersedia untuk memastikan keunggulan para prajurit .

Langkah ini terjadi di tengah menipisnya persediaan senjata AS, karena sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan operasi militer Israel di Gaza, AS telah mengerahkan pasokan senjata senilai miliaran dolar termasuk sistem artileri, amunisi, dan rudal anti-tank .

Pada bulan ini, Presiden Trump meminta peningkatan besar-besaran anggaran militer sebesar 500 miliar dolar AS menjadi total 1,5 triliun dolar AS di tengah berlangsungnya perang AS melawan Iran .

Meskipun demikian, Reuters melaporkan bahwa pihaknya tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut secara independen, sementara General Motors, Ford, GE Aerospace, dan Oshkosh belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar .

Para pejabat pertahanan juga meminta para eksekutif untuk mengidentifikasi hambatan dalam mengambil alih pekerjaan pertahanan, mulai dari persyaratan kontrak hingga kendala dalam proses penawaran .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung