Repelita [Jakarta] - Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Anwar Abbas menyoroti kontradiksi tajam dalam agenda pemberantasan rasuah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala negara dinilai memiliki niat kuat membasmi praktik lancung, namun para pembantu terdekatnya justru terseret lingkaran hitam kejahatan keuangan negara.
ADVERTISEMENT
Situasi tersebut diibaratkan seperti permainan arkade klasik karena penegakan hukum terasa melelahkan akibat pelanggaran baru terus bermunculan tiada henti.
"Yang terjadi kita lihat Prabowo seperti main pukul-muncul atau pukul tikus tanah yaitu sejenis permainan yang dulu banyak ditemukan di tempat permainan atau timezone. Begitu tikusnya muncul cepat-cepat kita pukul, tapi begitu kita pukul maka tikus di lobang lain juga muncul lagi dan begitulah seterusnya sehingga waktu Prabowo habis untuk itu," ujar Anwar.
Sejumlah skandal besar sempat dibongkar aparat penegak hukum, termasuk megakorupsi tata kelola minyak mentah serta pengadaan perangkat teknologi pendidikan beberapa waktu lalu.
Namun, sorotan paling tajam tertuju pada keterlibatan pejabat internal rezim berkuasa, mulai dari kasus pemerasan sertifikasi keselamatan kerja hingga penjeratan petinggi badan pengelola gizi.
Tertangkapnya pimpinan tertinggi Badan Gizi Nasional beserta para wakilnya oleh kejaksaan beberapa waktu lalu dinilai sebagai pengkhianatan nyata terhadap program strategis pemerintah.
"Di sinilah terjadi paradoks dalam paradoks dan yang melakukan itu adalah anak buah sendiri yang dia tunjuk. Benar-benar tega itu anak buah. Menggunting dalam lipatan dan menikam dari belakang. Mereka benar-benar telah menjadi musuh dalam selimut bagi Prabowo," tegas Anwar.
Kinerja penegakan hukum dalam negeri lantas disandingkan dengan kepemimpinan Presiden El Salvador Nayib Bukele yang dinilai jauh lebih determinan menghadapi situasi serupa.
Sementara itu, proyek pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih turut menyimpan potensi kerawanan meski belum memunculkan laporan resmi penegakan hukum.
"Pertanyaannya apakah Prabowo akan membiarkan hal itu terus berlangsung? Tidak tahu," pungkasnya(*)
Editor: 91224 R-ID Elok