Berita, Internasional

Anna Paulina Luna Ultimatum CIA Kembalikan Dokumen Pembunuhan JFK Atau Hadapi Panggilan Paksa Kongres

Repelita.id

15 May 2026 17:24 WIB

Anna Paulina Luna Ultimatum CIA Kembalikan Dokumen Pembunuhan JFK Atau Hadapi Panggilan Paksa Kongres
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketegangan politik tingkat tinggi dilaporkan melanda internal pemerintahan Amerika Serikat pasca mencuatnya ancaman keras dari perwakilan parlemen terhadap lembaga spionase negara

Ancaman pembongkaran paksa tersebut dilayangkan oleh politisi faksi Republik Anna Paulina Luna yang menuntut pengembalian puluhan boks arsip rahasia terkait misteri pembunuhan mantan Presiden John F. Kennedy

ADVERTISEMENT

Lembaga CIA dituding secara sengaja menyembunyikan tumpukan dokumen krusial yang sejatinya tengah masuk dalam tahapan pembersihan status rahasia oleh otoritas intelijen nasional di bawah komando Tulsi Gabbard

Melalui serangkaian pernyataan tertulis di platform digital X pada hari Rabu waktu setempat, sang politisi memberikan ultimatum keras berupa tenggat waktu pemulihan berkas dalam kurun waktu satu hari penuh

Dalam peringatan tertulisnya yang diunggah ke publik, ia menegaskan sikap konfrontatifnya dengan menuliskan “CIA diberi waktu 24 jam untuk mengembalikan dokumen-dokumen tersebut ke kantor Tulsi Gabbard. Jika tidak, saya akan mengajukan mosi untuk mengeluarkan surat panggilan pengadilan,” secara lugas

Perseteruan antarlembaga negara ini mulai memanas menyusul adanya kesaksian dari seorang pembocor rahasia internal agensi bernama James Erdman III di hadapan komite tinggi Senat

Mantan petugas operasional tersebut membeberkan tindakan penarikan paksa puluhan kotak dokumen investigasi masa lalu serta berkas program manipulasi mental MKUltra dari meja kerja otoritas deklasifikasi

Tindakan sepihak dari lembaga spionase tersebut dinilai oleh sang informan sebagai sebuah langkah sistematis demi menghalangi proses pengawasan berkala dari pihak legislatif negara

Anggota Kongres tersebut kemudian menuduh adanya sekelompok oknum di dalam tubuh agensi yang secara aktif berupaya menyabotase perintah eksekutif Presiden Donald Trump mengenai transparansi arsip sejarah

Isu mengenai penarikan paksa dokumen tersebut sempat digambarkan oleh sejumlah media lokal sebagai sebuah aksi penggerebekan tak resmi yang dilakukan agensi terhadap kantor direktur intelijen

Tudingan liar mengenai adanya aksi pengosongan kantor secara paksa tersebut langsung dibantah oleh juru bicara resmi ODNI Olivia Coleman guna meredam kepanikan publik

Dalam konferensi pers resminya, ia meluruskan pemberitaan media dengan menyatakan “Ini tidak benar. CIA tidak menggerebek kantor ODNI,” meskipun dirinya tidak menyangkal terjadinya pemindahan fisik dokumen

Berdasarkan data intelijen yang dihimpun oleh media investigasi NewsNation, proses pemindahan berkas sensitif tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak periode penghentian sementara operasional pemerintahan

Kasus ini seketika menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat global terhadap peristiwa penembakan tragis sang presiden di kawasan Dallas pada akhir tahun 1963 silam

Lebih dari enam dekade berlalu, misteri kematian pemimpin negara tersebut masih menyisakan ruang perdebatan mengenai dalang utama di balik konspirasi tingkat tinggi tersebut

Hasil penyelidikan formal masa lalu menetapkan mantan marinir Lee Harvey Oswald sebagai pelaku tunggal, namun konklusi tersebut terus diragukan oleh mayoritas warga sipil hingga hari ini

Kecurigaan publik kian menguat lantaran sang tersangka utama dilaporkan tewas ditembak oleh pemilik klub malam Jack Ruby sebelum sempat memberikan kesaksian utuh di hadapan persidangan

Badan intelijen menjadi sorotan utama karena terbukti menyembunyikan data aktivitas pergerakan sang eksekutor di wilayah luar negeri beberapa saat sebelum aksi penembakan fatal terjadi

Sebuah jajak pendapat komprehensif dari lembaga survei Gallup menunjukkan fakta bahwa mayoritas mutlak warga negara meyakini adanya konspirasi besar di balik pembunuhan tersebut

Skandal ini turut menyeret kembali ingatan publik terhadap eksistensi proyek rahasia MKUltra yang melakukan eksperimen psikologis ilegal menggunakan zat psikotropika terhadap warga sipil

Seluruh dokumen eksperimen tersebut sempat diperintahkan untuk dimusnahkan secara total oleh Direktur Richard Helms pada dekade tujuh puluhan demi menghapus jejak kejahatan kemanusiaan

Upaya deklasifikasi total yang didorong oleh regulasi formal era sembilan puluhan sejatinya sempat direalisasikan oleh Presiden Trump melalui perilisan ribuan dokumen baru ke publik

Namun proses keterbukaan informasi tersebut kembali tersendat setelah pihak dinas rahasia dan FBI meminta penundaan rilis dengan dalih menjaga stabilitas keamanan nasional

Kontroversi terbaru mengenai penyitaan kotak dokumen ini seolah mempertegas jurang ketidakpercayaan yang mendalam antara publik dengan institusi pertahanan negara mereka sendiri.(*)photo

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung