Berita, Nasional

Anies Kaget Akhirnya Buka Suara Soal Dugaan Kriminalisasi Jokowi

Repelita.id

15 October 2026 18:44 WIB

Anies Kaget Akhirnya Buka Suara Soal Dugaan Kriminalisasi Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh nasional Anies Baswedan memaparkan pandangan mendalam mengenai potret perjalanan penegakan independensi hukum ketatanegaraan serta masa depan iklim demokrasi di Indonesia.

Berdasarkan rekaman dialog eksklusif yang disiarkan oleh kanal YouTube FORUM AKTUAL pada Kamis, 15 Oktober 2026, Anies Baswedan menceritakan kembali rekam sejarah draf kerja awal tim transisi pemerintahan pada periode tahun 2014 silam.

ADVERTISEMENT

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengonfirmasi di dalam tayangan video bahwa dirinya sempat merasa kaget saat mendengarkan pengakuan lisan yang disampaikan secara terbuka oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Anies Baswedan membeberkan keprihatinannya atas kemunculan berbagai bentuk tindakan pembatasan ruang gerak birokrasi secara sepihak yang kerap ia alami secara langsung selama mengemban amanah penugasan kerja di Jakarta.

Meskipun dihadapkan pada tumpukan rintangan, Anies Baswedan menegaskan tidak ada sedikit pun rasa amarah maupun kekecewaan mendalam yang ia simpan terhadap keberadaan institusi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pusaran polemik ini kian mencuat ke permukaan seiring maraknya sorotan tajam publik internasional pasca-terjadinya prosedur penahanan mendadak terhadap mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.

Terkait agenda penanganan sengketa hukum tersebut, Anies Baswedan menaruh harapan besar agar jajaran majelis hakim tetap konsisten mengawal asas keadilan secara transparan tanpa dicampuri oleh titipan kepentingan faksi elite politik.

Anies Baswedan meyakini secara utuh apabila proses pemeriksaan tersebut murni berjalan di atas koridor pembuktian draf undang-undang formal, maka sahabat dekatnya tersebut dipastikan akan segera terbebas dari segala tuduhan.

Di sisi lain, publik juga terus mengaitkan perdebatan ini dengan bayang-bayang intervensi kekuasaan lama yang bersumber dari kebijakan mantan Presiden Joko Widodo serta posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Di akhir pemaparan, Anies Baswedan mendorong segenap lapisan masyarakat sipil untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dalam menguji setiap produk kebijakan demi mencegah timbulnya krisis moralitas kepemimpinan nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung