Berita, Ekonomi

Anies Baswedan Sebut Pelemahan Rupiah Hanya Gejala, Transparansi dan Kepercayaan Publik Dinilai Kunci Pemulihan Ekonomi

Repelita.id

01 June 2026 21:11 WIB

Anies Baswedan Sebut Pelemahan Rupiah Hanya Gejala, Transparansi dan Kepercayaan Publik Dinilai Kunci Pemulihan Ekonomi
Foto: Istimewa

Anies Baswedan Ungkap Ekonomi RI Sedang Sakit Parah

Repelita [Jakarta] - Kondisi ekonomi nasional saat ini tengah dalam sorotan tajam mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

ADVERTISEMENT

Ia menyatakan bahwa situasi ekonomi sekarang sedang berada di fase yang cukup berat bagi masyarakat.

Tekanan tersebut dirasakan langsung oleh berbagai elemen masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam unggahan melalui kanal Youtube pribadinya pada Jumat, 29 Mei 2026, Anies membeberkan realita di lapangan.

Ia menyebut rumah tangga kini mulai mengalami penipisan simpanan dana untuk kebutuhan hidup.

Kaum muda juga disebutnya tengah menghadapi tantangan berat untuk memperoleh kesempatan kerja yang layak.

Bagi mereka yang masih aktif berkarier di perusahaan, upaya pengembangan diri kini menjadi lebih sulit.

Anies turut mengomentari tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang menyentuh level terendah.

Ia berpendapat bahwa penurunan nilai mata uang bukanlah inti dari masalah ekonomi itu sendiri.

Bagi Anies, fenomena tersebut hanyalah sebuah gejala dari adanya penyakit ekonomi yang lebih mendalam.

Ia mengibaratkan kondisi ini seperti seseorang yang menderita demam akibat infeksi di dalam tubuhnya.

Suhu tubuh panas hanyalah gejala, sementara masalah utamanya terletak pada infeksi yang sedang berlangsung.

Ia mempertanyakan akar penyebab mengapa Rupiah terus tertekan hingga mencapai titik terendah dalam sejarah.

Menurut pandangan Anies, langkah krusial yang perlu diambil pemerintah adalah mengembalikan kepercayaan publik dan investor.

Ia menekankan bahwa penggerak ekonomi bukan hanya pemerintah, melainkan juga kepercayaan sektor swasta terhadap kebijakan negara.

Membangun kepercayaan adalah langkah paling fundamental agar seluruh pelaku ekonomi yakin terhadap sistem pemerintah.

Pemerintah juga disarankan untuk bersikap transparan kepada publik mengenai kondisi ekonomi yang sebenarnya terjadi.

Langkah keterbukaan ini dinilai penting agar masyarakat dapat memahami alasan di balik kebijakan ekonomi pemerintah.

Ia pun menyoroti keterbatasan ruang fiskal serta besarnya beban utang negara yang harus dihadapi saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung