Repelita [Jakarta] Rabu (26/8/2026) - Kader Partai Demokrat bernama Andi Arief memberikan penilaian terkait rencana demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Kegiatan turun ke jalan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus tersebut dipandang sebagai pergerakan massa biasa tanpa ada keistimewaan khusus.
ADVERTISEMENT
Rencana Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) itu aksi biasa.
Pernyataan tersebut disampaikannya melalui akun X @AndiArief__.
Dirinya membandingkan fenomena pengerahan massa dari berbagai daerah ke ibu kota dengan beberapa aksi demonstrasi serupa pada masa lalu.
Mobilisasi dari luar Jakarta pernah terjadi saat aksi mendesak UU Desa (tidak terlalu besar tapi rutin) dan aksi 212 (besar tetapi makin lama makin menurun).
Seluruh kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tersebut dinilai memiliki kemiripan pola dari segi sarana transportasi yang digunakan.
Sama-sama mengandalkan bus dan transportasi lain.
Pengerahan masa dalam jumlah besar dari luar daerah diyakini tidak pernah dirancang untuk memicu tindakan anarkis di lokasi tujuan.
Aksinya berlangsung damai, tidak mungkin rame-rame naik bus dari luar daerah lalu buat kerusuhan.
Unjuk rasa yang digagas oleh warga asal Jawa Tengah tersebut membawa dua tuntutan pokok yakni mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Kendati sempat terkendala masalah pemblokiran rekening donasi operasional, pihak penyelenggara memastikan aksi tetap dilangsungkan sesuai rencana.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Rencana Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) itu aksi biasa. Mobilisasi dari luar Jakarta pernah terjadi saat aksi mendesak UU Desa (tidak terlalu besar tapi rutin) dan aksi 212 (besar tetapi makin lama makin menurun). Sama-sama mengandalkan bus dan transportasi lain.…
— andi arief (@Andiarief__) August 26, 2026