Berita, Nasional

Anak Purbaya Ungkap Peran Seskab di Pemecatan Bapaknya, Mutasi 350 Pegawai Jadi Alasan Utama

Repelita.id

16 September 2026 23:58 WIB

Anak Purbaya Ungkap Peran Seskab di Pemecatan Bapaknya, Mutasi 350 Pegawai Jadi Alasan Utama
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika internal di Kementerian Keuangan menjadi sorotan publik setelah pencopotan jabatan yang dialami oleh Purbaya.

Saluran YouTube Off The Record FNN mengulas panggung depan dan panggung belakang dari peristiwa perombakan kabinet tersebut.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan tayangan pada kanal YouTube Off The Record FNN, Purbaya mengonfirmasi adanya keterkaitan pemberhentian dirinya dengan keputusan mutasi pegawai.

Langkah Purbaya merotasi sekitar 350 pegawai eselon 3 serta 50 karyawan eselon 2 memicu benturan di dalam instansi.

Mantan pejabat tersebut menyatakan bahwa status pegawai yang telah dilantik kini sepenuhnya bergantung pada keputusan menteri yang baru.

Ia juga berseloroh mengenai aktivitas yang akan dilakukan setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri di kabinet.

"Habis ini mau pulang mancing belakang rumah, mancing ikan mujahir nila, gua punya kolam di belakang jadi bisa mancing belakang," tutur Purbaya dalam cuplikan wawancara media.

Jurnalis Hersubeno Arif bersama Agata mengupas situasi pelantikan pejabat baru yang sempat tidak dihadiri oleh pimpinan direktorat jenderal terkait.

Ketidakhadiran Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai mengindikasikan adanya friksi yang nyata di lingkungan internal kementerian.

Menteri Keuangan yang baru dilantik, Suhasil Nazara, menyatakan akan mempelajari dan meninjau kembali kebijakan mutasi massal tersebut.

Sebelum lengser, Purbaya dikabarkan sempat berencana mengganti posisi kedua dirjen eselon 1 yang dinilai tidak sejalan.

Namun, pergantian pejabat level tertinggi harus melalui mekanisme Tim Penilai Akhir yang dipimpin langsung oleh presiden.

Konflik horizontal juga melebar hingga ke luar kementerian, termasuk perselisihan anggaran dan dividen dengan pihak Danantara.

Dalam diskusi tersebut, Agata membeberkan unggahan dari anak Purbaya yang bernama Yudo Sadewa di media sosial.

Melalui akun pribadinya, Yudo Sadewa mengekspresikan pandangannya secara terbuka setelah sang ayah tidak lagi berada di lingkaran pemerintahan.

"Sekarang Yudo sudah bukan anak menteri jadi boleh bebas asbun ya," tulis akun Yudo Sadewa sebagaimana dibacakan dalam program tersebut.

Ia menyarankan agar ayahnya pensiun dari dunia politik karena menganggap pendapatan sebagai trader jauh lebih menjanjikan.

"Pensiun aja dari politik enak jadi trader gajinya miliaran per bulan jadi menteri gaji kecil kerjanya nonstop ngurusin negara yang bawahnya korup," lanjut Yudo dalam unggahannya.

Yudo menjabarkan bahwa permasalahan utama bermula dari kondisi anggaran pendapatan dan belanja negara yang mengalami defisit.

Menurut pernyataannya, Purbaya berniat menarik dana tagihan sekitar 128 triliun rupiah dari Danantara untuk menutup kekurangan kas negara.

Penolakan dari Danantara memicu ketegangan hebat antara Purbaya dengan sejumlah petinggi lembaga investasi negara tersebut.

Ketegangan tersebut melibatkan Rosan Roslani, Pandu Satria Syahrir, hingga Doni Oskaria yang berujung pada pecahnya friksi terbuka.

Kabar terjadinya friksi antara Purbaya dengan tiga dedengkot Danantara tersebut akhirnya sampai ke telinga Sekretaris Kabinet.

Sekretaris Kabinet langsung mengambil tindakan dengan melaporkan perselisihan krusial tersebut secara langsung kepada presiden.

Menurut informasi A1 yang beredar, laporan dari Seskab membuat Presiden Prabowo Subianto murka karena Purbaya mengusik Danantara.

Purbaya dikabarkan sempat ditawari posisi alternatif sebagai Menko PMK namun menolak dan memilih untuk diberhentikan.

Saat ini, posisi Menteri Keuangan resmi dipegang oleh Suhasil Nazara guna menjaga stabilitas birokrasi dan pasar keuangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung