Berita, Nasional

Amien Rais Nilai Pilpres 2029 Stasiun Terakhir Politik Jokowi dan Minta Contoh Sikap Negarawan Mantan Presiden Terdahulu

Repelita.id

27 October 2026 23:12 WIB

Amien Rais Nilai Pilpres 2029 Stasiun Terakhir Politik Jokowi dan Minta Contoh Sikap Negarawan Mantan Presiden Terdahulu
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pandangan kritis mengenai masa depan konstelasi politik nasional serta eksistensi dari trah kekuasaan Istana Solo kembali mencuat ke permukaan.

ADVERTISEMENT

Langkah politik dari mantan kepala negara diproyeksikan akan menemui titik akhir operasional pada pelaksanaan pesta demokrasi periode mendatang.

Hal itu didasarkan pada kalkulasi taktis mengenai kepastian penentuan komposisi pasangan calon pemimpin nasional oleh pihak pimpinan eksekutif saat ini.

Analisis mendalam mengenai dinamika peta kekuasaan domestik tersebut disampaikan langsung oleh tokoh senior politik nasional, Amien Rais.

Melalui ulasan digital di kanal YouTube Amien Rais Official dalam tayangan berjudul “The Political Dead of Jokowi”, dirinya memaparkan proyeksi tersebut.

Amien Rais secara terbuka meyakini bahwa jajaran elit koalisi pemerintahan baru tidak akan lagi mengakomodasi kepentingan kelompok masa lalu.

“Kalau pikiran Jokowi normal dan waras tahun 2029 adalah stasiun terakhir perjalanan politik Jokowi,” papar Amien Rais.

Pihaknya menilai mustahil bagi sang kepala negara petahana untuk kembali memberikan restu pencalonan bagi pendamping operasionalnya saat ini.

“Secara kategoris saya katakan tidak mungkin Prabowo masih akan menggandeng Gibran pada 2029 besok,” tegas tokoh reformasi tersebut.

Mantan pimpinan MPR itu juga melayangkan peringatan keras agar segala bentuk manuver yudisial yang berpotensi memicu instabilitas nasional segera dihentikan.

Jaringan pendukung opini publik di media sosial diminta untuk tidak lagi digerakkan demi memaksakan kelanjutan pengaruh kekuasaan di birokrasi.

“Segera berhentilah mengacau keadaan, tidak usah lagi membiayai puluhan ribu ternak, buzzer, dan manusia-manusia aji mumpung yang jumlahnya memang seabrek-abrek,” desaknya.

Otoritas lama diimbau untuk menghormati jalannya roda pemerintahan baru tanpa perlu melakukan intervensi terselubung yang merusak tatanan hukum.

“Dan berhentilah mengutak-atik cara-cara terkutuk untuk menggoyahkan stabilitas nasional,” sambung Amien Rais dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, dirinya mengibaratkan posisi politik mantan penguasa tersebut sudah kehilangan daya tawar strategisnya di hadapan masyarakat luas.

Persoalan mengenai polemik keabsahan dokumen administratif kelulusan masa lalu juga kembali diungkit sebagai beban moral yudisial.

“Kini Jokowi bisa diibaratkan sudah jadi zombie politik, tetapi tidak menakutkan sama sekali, ya, malah boleh jadi menggelikan masyarakat ada manusia sudah jadi presiden 10 tahun belum puas padahal ijazahnya palsu,” urainya secara transparan.

Melihat situasi tersebut, Amien Rais menyarankan agar yang bersangkutan mengambil keteladanan dari para presiden terdahulu yang menarik diri setelah purnatugas.

Langkah mundur secara terhormat dari panggung kekuasaan dinilai telah dicontohkan dengan baik oleh para tokoh bangsa dalam sejarah moneter nasional.

Barisan mantan pimpinan seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Abdurrahman Wahid, hingga BJ Habibie dipuji karena konsisten menjaga etika bernegara.

“Sudahlah mas Jokowi, enggak usah penyenyengan lagi, contohlah Presiden SBY, Presiden Megawati, Presiden Gus Dur, Presiden Habibie, beliau-beliau ini setelah itu usai tugas kepresidenannya ya sudah selesai, tidak lagi kelayaban, gentayangan, gelayaran, bahkan sempoyongan masih ingin berkuasa lagi seperti Jokowi ini. Jadi ini mohon direnungkan,” pungkasnya(*)

Editor: 91224 R-ID Elok





TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung