Berita, Nasional

Amien Rais: Jokowi Bapak Korupsi Indonesia

Repelita.id

09 October 2026 22:41 WIB

Amien Rais: Jokowi Bapak Korupsi Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyampaikan pernyataan tajam terkait mantan Presiden Joko Widodo melalui video di kanal YouTube Amien Rais Official.

Dalam video berjudul JOKO WIDODO, INDONESIA’S “FATHER OF CORRUPTION” yang diunggah Kamis 9 Oktober 2026, Amien Rais menjelaskan alasan pemilihan judul tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia menekankan judul dipilih dengan cermat agar tidak dianggap berbicara tanpa dasar.

Amien Rais menyatakan telah merangkum pendapat sejumlah tokoh, jurnalis, pengamat politik, pegiat LSM, dan intelektual dari berbagai saluran.

Ia memulai dengan mengutip pandangan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI yang dirilis 2 Februari 2025.

YLBHI menyebut sepuluh faktor yang membuat Jokowi layak disebut pemimpin korupsi sekaligus pelanggar hukum dan hak asasi manusia.

Faktor pertama menurut YLBHI adalah pelemahan sistematis terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kedua, revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara tahun 2020.

Ketiga, pemberlakuan omnibus law yang mengabaikan mekanisme checks and balances.

Amien Rais menambahkan bahwa Jokowi meminta BIN dan Polri mendekati kelompok yang berani mengkritik penguasa agar menghentikan protes.

Pendekatan itu bisa dilakukan secara lembut maupun cara lain sesuai gaya khas Joko Widodo.

Ia menilai rezim Jokowi bersifat anti-meritokrasi dan menyalahgunakan kekuasaan presidensial untuk mengganggu demokrasi.

Menurut Amien Rais, Jokowi juga mencoba menghidupkan kembali dwifungsi militer.

Ia mengutip pernyataan anggota KPK Busro Muqoddas sejak Desember 2023 bahwa lembaga antirasuah lumpuh di era Jokowi.

Pelemahan itu dilakukan melalui perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019.

Amien Rais menyinggung kasus Firli Bahuri yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Polda Metro Jaya sejak 2023.

Firli dinilai bertahan karena dilindungi oleh Joko Widodo.

Ia menggambarkan Jokowi sebagai sosok bermuka dua.

Wajah pertama tampak jujur dan tulus, sementara wajah kedua menakutkan dan menjijikkan bagi anggota KPK.

Amien Rais menegaskan KPK tidak berani bergerak menghadapi Jokowi maupun lingkaran keluarganya.

Lembaga itu tidak berani memanggil apalagi menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Jokowi hingga hari ini.

Ia merujuk laporan BBC News 20 September 2024 tentang dugaan gratifikasi yang seharusnya bisa digunakan untuk mengusut keluarga Jokowi.

Ketika berhadapan dengan keluarga tersebut, KPK digambarkan seperti tikus kecil yang berlari ketakutan.

Amien Rais menyebut berita dari m.id 24 Mei 2026 yang menyatakan Jokowi tidak pernah diperiksa aparat penegak hukum meskipun namanya sering disebut dalam kasus korupsi pejabat.

Dalam kasus Nadiem Makarim dan Yahya Staquf, nama Jokowi juga disebut, namun KPK dinilai tidak berani menyentuh.

Hal serupa terjadi pada kasus Johnny G Plate dan korupsi di Pertamina yang melibatkan Karen Agustiawan.

Amien Rais mengutip Dr. Ubaidillah Badrun di tempo.co yang mengaku telah melaporkan berbagai bentuk korupsi dan gratifikasi Jokowi beserta anak-anaknya ke KPK dengan bukti meyakinkan.

Namun laporan itu tidak ditindaklanjuti.

Ia mengusulkan agar bangsa Indonesia selamanya mengingat korupsi yang dilakukan Jokowi dan keluarganya dengan memberikan gelar kehormatan “Bapak Korupsi Indonesia”.

Usulan itu menurut Amien Rais wajar menimbulkan pro dan kontra.

Ia menutup pernyataannya dengan salam. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung