Berita, Nasional

Amatir Sekali! Pejabat Mirip Buzzer, Ferry Koto Kritik Keras Respons Seskab Teddy Terhadap Dino Patti Djalal

Repelita.id

04 June 2026 22:19 WIB

Amatir Sekali! Pejabat Mirip Buzzer, Ferry Koto Kritik Keras Respons Seskab Teddy Terhadap Dino Patti Djalal
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kecaman berbalut rasa muak disampaikan oleh pengamat dinamika sosial Ferry Koto terkait reaksi defensif Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya pascamenerima masukan dari mantan diplomat senior Dino Patti Djalal perihal maraknya lawatan internasional Presiden Prabowo Subianto.

Melalui serangkaian pernyataan digital yang diunggah secara terbuka via akun media sosial miliknya di https://x.com/ferrykoto pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2026 dirinya memaparkan analisis mendalam setelah mengamati video klarifikasi dari istana.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah lihat video Teddy @setkabgoid yang dibuat untuk merespons video saran Bang @dinopattidjalal terkait perjalanan luar negeri Presiden," kata Ferry lewat unggahan di akun media sosialnya, Selasa (2/6/2026).

Ferry menilai kompetensi sang sekretaris kabinet tersebut masih jauh dari standar kelayakan administrasi yang dibutuhkan oleh lembaga kepresidenan dalam mengelola urusan strategis nasional.

"Mendengar kata pembukanya saja sudah kelihatan, ini arek yang belum cukup kapasitas menduduki jabatan penting, apalagi mengurus negara. Langsung mual saya melihatnya. Saya sabarkan hati melihat sampai akhir," sambungnya.

Figur yang dikenal pernah menyokong pemenangan kubu penguasa pada pesta demokrasi lalu itu menambahkan bahwa reaksi yang diperlihatkan menunjukkan sikap terlalu percaya diri yang keliru.

"Teddy-Teddy, kamu ke-ge-er-an. Tidak ada Bang Dino memention kamu, semua saran itu untuk Presiden. Namamu sempat disebut sekilas, hanya untuk mengingatkan agar jika ada agenda perjalanan Presiden maka diumumkan jauh hari," ujarnya.

Ia juga melayangkan kritik keras menyangkut perbandingan status kedudukan birokrasi dan meminta sang perwira menengah tersebut untuk berkaca pada senioritas sang mantan wakil menteri luar negeri.

"Eselon 2 lho kamu. Mbok tahu diri, Bang Dino itu mantan Wakil Menteri. Walau kamu sindir cuma 3 bulan, tetap saja dia Wakil Menteri. Lha kowe (kamu), Letkol saja giveaway, duduk di Seskab giveaway, karena dicari-carikan jabatan agar tidak melanggar UU TNI," cetus Ferry.

Di sisi lain pada rangkaian takarir terbarunya yang disiarkan pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2026 Ferry Koto turut menyoroti kelemahan manajemen komunikasi publik yang diperlihatkan oleh jajaran Kementerian Luar Negeri.

"Padahal dalam komunikasi, DIAM itu juga komunikasi. Diam itu juga pesan. Diam itu bukan kesunyian, tapi pilihan sikap," kata Ferry Koto dikutip dari unggahannya di X, Kamis (4/6/2026).

Menurut kalkulasi logisnya apabila otoritas menganggap saran dari luar tidak memiliki urgensi kuat maka mengabaikan narasi tersebut jauh lebih berwibawa ketimbang memicu debat kusir.

"Maka, DIAM jauh lebih baik daripada menjelaskan panjang lebar, padahal artinya cuma satu: menolak kritik dan menolak saran. Kalau mulut tetap gatal mau merespons, cukup ucapan 'Terima kasih', selesai," ujarnya.

Sikap reaktif para pembantu presiden dalam ruang percakapan virtual dinilai sangat kekanak-kanakan dan menurunkan derajat marwah institusi negara setara dengan pola interaksi para pendengung politik.

"Amatir sekali memang pejabat-pejabat pemerintahan Pak Prabowo ini. Lebih mirip buzzer gaya komunikasinya, 'pokoknya ada twit, balas twit'," tegas Ferry.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung