Oleh: Rina Syafri
ADVERTISEMENT
Alasan Menteri Luar Negeri Sugiono terkait ketidakhadirannya delegasi tinggi Indonesia pada pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, terasa sangat tidak masuk akal. Menggantungkan ketidakhadiran pejabat setingkat menteri pada padatnya agenda kenegaraan atau batasan teknis dari tuan rumah adalah bentuk diplomasi yang diungkapkan.
Sesibuk apa pun seorang pejabat negara, jika ada niat tulus untuk menjaga hubungan diplomatik yang saling menghormati, tentu akan selalu ada jalan. Diplomasi bukanlah rutinitas administratif yang bisa dibatalkan hanya karena jadwal yang diubah.
Absennya representasi tinggi dalam momen penting bagi negara sahabat memberikan sinyal negatif. Apakah ini memang bentuk pengabaian terhadap pentingnya hubungan diplomatik dengan Iran?
Atau jangan-jangan, ada ketakutan terselubung di balik sikap pemerintah? Apakah kebijakan luar negeri kita saat ini sedang tersandera oleh kekhawatiran berlebihan terhadap ancaman atau tekanan dari pihak luar, seperti Donald Trump, sehingga kita kehilangan keberanian untuk mewujudkan kemandirian dan berwibawa? (*)
Editor: 91224 R-ID Elok