Repelita Washington D.C. - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengeluarkan alarm bahaya bagi Amerika Serikat karena rudal hipersonik Iran diklaim mampu menjangkau kota New York.
Pernyataan ini disampaikan Susaningtyas dalam wawancara yang dikutip dari Nusantara TV pada Sabtu, 25 April 2026, di tengah ketidakpastian arah konflik antara kedua negara.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan bahwa pertanyaan besar kini muncul di antara para pengambil kebijakan di Washington: memilih jalan damai atau melanjutkan perang berisiko tinggi.
"Kalau misalnya ini perang berkepanjangan hingga 6 bulan katakan, kan juga ekonomi dunia ini kan juga harus dipikirkan begitu. Juga harus diketahui, bahwa Iran itu berencana menyerang langsung ke Amerika Serikat jika perang pecah," katanya.
Menurut Susaningtyas, Teheran telah menyiapkan rudal balistik antarbenua bernama Mazio yang mampu mencapai wilayah daratan Amerika Serikat.
"Jadi Teheran telah menempatkan kembali ya, kemungkinan menggunakan rudal balistik antar benua yang disebut terkenal Mazio. Mazio ini mampu mencapai Washington DC dan New York dengan jangkauan fantastis hingga 10.000 km," sambungnya.
Rudal hipersonik Mazio dirancang untuk serangan presisi jarak jauh dengan kecepatan di atas Mach 5, cukup untuk menembus sistem pertahanan rudal sekelas Iron Dome.
Pengembangan rudal ini bersama seri Khorramshahr dan Fattah dilakukan oleh IRGC sebagai bentuk kesiapan menghadapi agresi militer asing.
"Jadi sebenarnya Amerika juga menghitung hal itu," ucap Susaningtyas mengindikasikan bahwa Washington telah memperhitungkan ancaman nyata ini dalam setiap pengambilan keputusan strategis.
Ia menegaskan bahwa ancaman ini bukan sekadar gertakan diplomatik, melainkan sebuah skenario yang bisa benar-benar terjadi apabila Iran merasa terdesak.
"Jadi bisa benar-benar dilakukan apabila mereka merasa dirugikan. Perlu diketahui bahwa sebuah negara di mana pun juga termasuk Amerika, Iran, Israel, China, Rusia bahwa kalau ingin damai ya itu harus siap perang," tuturnya.
Pernyataan ini semakin memperkuat gambaran bahwa pilihan antara damai atau lanjut perang kini berada di atas meja dengan konsekuensi yang sangat berat bagi kedua belah pihak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok