Berita, Nasional

Aktivis KontraS Andrie Yunus Terancam Kebutaan Permanen Akibat Siraman Air Keruh, YLBHI: Pelaku Capai 16 Orang

Repelita.id

03 April 2026 19:57 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Terancam Kebutaan Permanen Akibat Siraman Air Keruh, YLBHI: Pelaku Capai 16 Orang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengungkapkan potensi aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami kebutaan permanen akibat serangan air keras.

Hal itu terjadi karena rembesan dari cairan air keras yang sangat pekat sudah masuk ke mata sebelah kanan Andrie sehingga dikhawatirkan bola matanya harus dicabut.

ADVERTISEMENT

Hingga kini Andrie masih menjalani perawatan intensif di fasilitas High Care Unit Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Ternyata di matanya itu lukanya terus merembes, dan kami khawatir betul ada potensi kebutaan total sehingga bola matanya harus dicabut, ujar Isnur ketika berbincang dalam program Ngobrol Seru oleh IDN Times pada Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan bahwa air keras yang disiramkan ke bagian wajah dan tubuh Andrie memiliki kadar kepekatan yang sangat tinggi.

Terbukti lebih dari 20 persen bagian kanan tubuh Andrie mengalami luka bakar akibat siraman cairan berbahaya tersebut.

Ini tujuannya memang untuk melukai, bahkan untuk melumpuhkan korban secara permanen, tutur Isnur.

Ia juga mengungkapkan bahwa di bagian tubuh lainnya yang mengalami luka bakar harus dilakukan operasi cangkok kulit.

Jaringan kulit dari bagian lain tubuh Andrie digunakan untuk menggantikan bagian yang rusak akibat luka bakar parah tersebut.

Lebih lanjut Isnur mengatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah LSM yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) juga melakukan investigasi mandiri atas kasus ini.

Hasil investigasi mereka menduga bahwa pelaku lapangan yang menyiram air keras ke Andrie bukan hanya empat orang, melainkan jumlahnya mencapai sekitar 16 orang.

Isnur pun menemukan sejumlah bukti adanya koordinasi dan komunikasi terorganisir terkait rencana aksi teror terhadap Andrie Yunus.

Bahkan TAUD juga menemukan titik lokasi posko tempat pelaku berkumpul sebelum beraksi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Itu ada 16 orang yang kami yakini secara terhubung karena wajah-wajah mereka terekam oleh kamera pengawas, tutur Isnur.

Jadi bukan hanya empat orang yang bertugas membuntuti dan menyiram, tetapi ada semacam koordinator lapangan yang memerintahkan, jelasnya.

Ia pun mendesak pihak kepolisian agar segera menelusuri dan membongkar temuan TAUD, namun hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan.

Kami kecewa karena ada pelambatan proses penyidikan di pihak kepolisian dan TNI, imbuh Isnur.

Di forum yang sama Isnur juga meragukan narasi yang mulai diedarkan di ruang publik bahwa aksi penyiraman air keras hanya dilakukan oleh empat pelaku.

Sebab untuk bisa menggerakkan 16 orang dibutuhkan komando dan instruksi dari pihak yang lebih tinggi.

Kami meyakini ketika pelaku di lapangannya adalah perwira selevel kapten, pasti ada yang memerintahkan dan memberi komando, kata Isnur.

Seharusnya pengusutan juga ditarik ke atas, ke perwira menengah dan perwira tinggi, termasuk jenderal yang memerintahkannya, tegasnya.

Ia pun meyakini ada pihak yang mendanai upaya pembunuhan terhadap Andrie Yunus karena aksi terencana seperti ini membutuhkan biaya tidak sedikit.

Sayangnya ketika sejumlah petunjuk mulai terungkap, pihak kepolisian malah melimpahkan kasus ini ke TNI yang dinilai Isnur sebagai langkah yang sangat janggal.

Ini sangat aneh karena berarti kepolisian tidak serius untuk mengungkap sesuatu yang lebih besar dalam kasus ini, tutur dia.

Sementara dari ruang perawatan High Care Unit, Andrie Yunus menyapa publik lewat pesan suara yang dibagikan melalui akun media sosial KontraS.

Ia menyebut anggota TNI yang menyiramkan air keras ke dirinya pada Kamis (12/3/2026) sebagai orang-orang pengecut.

Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut, ucap Andrie dalam pesan suara yang diunggah pada Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan bahwa dirinya akan tetap kuat dan tegar dengan segala dukungan yang diberikan publik kepadanya.

Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, imbuhnya.

Aluta continua, panjang umur perjuangan, demikian pesan penutup Andrie Yunus dari balik ruang perawatan HCU.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung