Repelita Teheran - Ketegangan adu kuat antara Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz semakin memuncak setelah Washington memberlakukan blokade militer penuh terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin, 13 April 2026.
Iran menyatakan telah siap menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi, termasuk penggunaan kekuatan militer penuh, sebagai respons atas blokade yang diterapkan AS di jalur perairan strategis tersebut .
ADVERTISEMENT
Sebelum blokade AS diumumkan, Teheran telah mengintensifkan latihan militer di sekitar Selat Hormuz dan mengandalkan kekuatan rudal balistik dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer sebagai instrumen pertahanan utama .
Militer AS mengerahkan lebih dari 10.000 personel, 12 kapal perang, dan puluhan pesawat dalam operasi blokade yang dipimpin kapal induk bertenaga nuklir di Laut Arab .
Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengklaim bahwa dalam waktu kurang dari 36 jam, pasukan AS telah sepenuhnya menghalangi perdagangan maritim menuju dan keluar dari Iran .
Iran merespons dengan memberlakukan aturan khusus di Selat Hormuz, menjadikan jalur perairan tersebut sebagai instrumen tawar utama dalam menghadapi tekanan militer global .
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah aset strategis nasional yang perlu dilindungi dengan regulasi ketat demi menjaga posisi tawar negara .
Teheran menilai intervensi asing di koridor maritim tersebut telah melampaui batas kewajaran hukum laut internasional dan berjanji akan menggerakkan seluruh sumber daya untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya .
Sebelumnya, dua kapal perusak AS yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran berhasil diusir setelah rudal jelajah Iran mengunci target dan memberikan ultimatum 30 menit untuk mundur .
Insiden tersebut terjadi saat perundingan diplomatik antara delegasi Iran dan AS berlangsung di Islamabad, yang akhirnya gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata .
Sementara itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih berlangsung relatif normal, dengan 14 kapal masuk dan 7 kapal keluar sejak blokade diberlakukan, menurut data situs pelacakan kapal MarineTraffic .
Para analis memperingatkan bahwa jika blokade berhasil dan berlangsung dalam jangka panjang, Iran kemungkinan akan melancarkan aksi balasan yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok