Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial Ade Armando menyampaikan pandangan terkait peran aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Ia mendukung penuh sikap kritis mahasiswa selama disertai argumentasi yang kokoh dan bisa dipertanggungjawabkan secara intelektual.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, posisi mahasiswa sangat krusial di mata publik karena mereka memiliki akses pendidikan tinggi yang seharusnya dipakai untuk kepentingan orang banyak.
Ade menjelaskan bahwa mahasiswa sah-sah saja mengkritik kebijakan yang dirasa keliru.
Namun, ia menyoroti sejumlah tuntutan mahasiswa yang kerap dianggap kurang memiliki penjelasan utuh, seperti isu penurunan harga BBM.
Ia juga menyinggung terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang sedang ramai dibahas.
Meski ia mengaku sebagai pengkritik program tersebut, ia mempertanyakan logika tuntutan penghentian total MBG.
Pernyataan Ade kemudian direspons oleh Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa.
Mesa menekankan bahwa persoalan utama bukan terletak pada tujuan program, melainkan mengenai prioritas penggunaan anggaran negara.
Ia berpendapat dana MBG sebaiknya dialihkan untuk program lain yang lebih mendesak dan memberikan dampak lebih luas.
Selain sektor pendidikan, Mesa menilai anggaran tersebut bisa dipakai untuk memperkuat subsidi serta program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.
Sebagai informasi, pandangan Ade Armando terkait hal ini dapat disimak melalui unggahan akun media sosial pribadinya di https://www.instagram.com/adearmando_official/. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok