Berita, Nasional

Ade Armando Sebut Denny Indrayana Mulai Kehilangan Kepercayaan Diri dalam Mengawal Gugatan Ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi

Repelita.id

01 October 2026 00:09 WIB

Ade Armando Sebut Denny Indrayana Mulai Kehilangan Kepercayaan Diri dalam Mengawal Gugatan Ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika persidangan mengenai keabsahan dokumen kelulusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi mendapat tanggapan tajam dari Ade Armando.

Pendukung Presiden ketujuh RI tersebut memberikan penilaian bahwa pihak pemohon kini tengah mengalami penurunan rasa percaya diri dalam mengawal jalannya perkara hukum tata negara itu.

ADVERTISEMENT

Proses hukum yang diinisiasi oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana bersama rekan kelompoknya dilaporkan masih terus bergulir di bawah penanganan hakim konstitusi.

Berdasarkan jadwal resmi, lembaga hukum tertinggi tersebut menggelar kelanjutan persidangan dengan fokus pembuktian berkas dari kubu pemohon pada hari Rabu, 30 September 2026.

Gugatan perkara ini tercatat pertama kali diserahkan pada tanggal 10 September 2026 dan secara resmi terdaftar dengan nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 seminggu setelahnya.

Persidangan awal untuk memeriksa berkas pendahuluan perkara tersebut telah dilaksanakan pada hari Senin, 21 September 2026 dengan menempatkan KPU serta Bawaslu RI selaku pihak termohon.

Kendati pihak pemohon terlihat sangat bersemangat pada masa awal pengajuan, Ade Armando mengamati adanya perubahan sikap dari tokoh utama pemohon dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan kritik ini disampaikan Ade Armando saat melakukan dialog bersama Teddy Gusnaidi yang kemudian dipublikasikan kepada khalayak luas pada hari Rabu, 30 September 2026.

Dalam kutipan wawancara itu, Ade Armando melontarkan pandangannya dengan menyebut "Ititu terus diutarakan, walaupun belakangan saya melihat juga Denny ini mulai kehilangan pijakan".

Politisi tersebut kemudian membagikan cerita mengenai momen interaksi langsung dirinya bersama pihak pemohon sewaktu menghadiri sebuah program diskusi televisi beberapa hari sebelumnya.

Dalam acara bincang-bincang tersebut, ia hadir mendampingi seorang pakar hukum tata negara Muhammad Rulliyandi untuk berhadapan dengan kubu Denny Indrayana dan Roy Suryo.

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung selama satu setengah jam itu diwarnai aksi mengejutkan ketika sang pemohon memilih meninggalkan panggung diskusi setelah berjalan sekitar empat puluh menit.

Ade Armando menceritakan secara detail peristiwa tersebut dengan berkata "Beberapa hari lalu kami ada talkshow di iNews, saya dengan Pak Rulli, kami berdua di kubu mereka ada Roy Suryo dan Denny Indrayana. Acara satu setengah jam. Nah, kira-kira setelah 40 menit Bung Denny minta izin ke belakang, ternyata dia nggak balik lagi ke tempat itu".

Pihak penyelenggara sempat menyampaikan informasi awal bahwa kepergian mendadak dari sang tokoh disebabkan karena adanya jadwal penerbangan pesawat yang mendesak.

Namun, ia kemudian mendapatkan konfirmasi mengenai alasan asli di balik aksi meninggalkan studio yang diutarakan langsung oleh pihak yang bersangkutan.

Mengenai fakta terbaru tersebut, ia membeberkan informasi kepada publik dengan berujar "Saya cek, katanya dia sedang mengejar pesawat. Belakangan saya tanya lagi, nggak, dia marah karena dia di diskusi ini, kata dia, dipotong-potong".

Aksi tersebut dinilai sangat disayangkan mengingat dalam sesi diskusi itu Muhammad Rulliyandi tengah memaparkan argumentasi hukum mengenai batasan kewenangan yang dimiliki Mahkamah Konstitusi.

Ade Armando menyayangkan sikap tersebut dengan menyatakan "Kenapa mereka sampai meninggalkan panggung ini kan seperti melarikan diri. Jadi apalagi yang harus ditunggu, apalagi yang harus dipersoalkan".

Berdasarkan runtutan kejadian tersebut, ia bersama pakar hukum yang mendampinginya menarik sebuah kesimpulan mengenai motif psikologis di balik tindakan sang pemohon.

Ia menduga kuat bahwa ada rasa kurang nyaman serta kekhawatiran dari pihak pemohon apabila terdapat fakta-fakta persidangan tertentu yang mendadak terbuka ke hadapan khalayak umum.

Sebagai penutup ulasan, Ade Armando menegaskan analisis pribadinya mengenai kondisi mental kubu lawan dengan berkata "Mungkin Bung Denny ini merasa apakah tidak nyaman, apakah merasa khawatir ada sesuatu yang terungkap dari percakapan kami itu dan akhirnya memutuskan untuk pergi. Kesimpulan saya dan Pak Rulli kayaknya mulai kehilangan kepercayaan diri".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung