Berita, Politik

Ade Armando Mundur dari Partai Solidaritas Indonesia, Ada Apa?

Repelita.id

05 May 2026 15:29 WIB

Ade Armando Mundur dari Partai Solidaritas Indonesia,  Ada Apa?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah keputusan mengejutkan datang dari panggung politik nasional ketika dosen komunikasi sekaligus politisi, Ade Armando, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Selasa, 5 Mei 2026.

Pernyataan sikap yang mengejutkan banyak pihak tersebut disampaikan langsung dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PSI, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.

ADVERTISEMENT

Ade dengan tegas menegaskan bahwa langkah mundur ini diambil bukan karena adanya keretakan hubungan atau konflik internal dengan partai yang saat ini dipimpin oleh Kaesang Pangarep tersebut.

Melainkan sebagai sebuah langkah strategis yang dimaksudkan untuk menyelamatkan citra PSI dari berbagai serangan politik yang terus menerus menghujam dirinya sebagai pribadi.

"Melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI. Tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," tegas Ade Armando dengan nada serius di hadapan awak media.

Selama berkarier sebagai kader di bawah bendera PSI, Ade Armando dikenal luas oleh publik sebagai sosok yang sangat kritis dan tidak pernah segan melontarkan pendapat.

Namun sayangnya, keberaniannya dalam melontarkan komentar-komentar pedas terhadap berbagai isu seringkali membuat dirinya menjadi sasaran empuk serangan balik dari berbagai pihak yang tidak sepaham.

Ade mengaku merasa khawatir jika kontroversi yang selama ini melekat pada namanya justru akan menjadi beban berat bagi rekan-rekan seperjuangannya di internal partai.

Ia mencatat dengan saksama bahwa serangan yang ditujukan kepadannya kini mulai meluas dan berdampak buruk pula kepada tokoh-tokoh kunci PSI lainnya.

Salah satu contoh nyata yang disebutkan Ade adalah Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, yang namanya ikut terseret dalam pusaran polemik akibat pernyataan-pernyataan Ade.

Ucapan dan komentar yang dilontarkan oleh Ade seringkali memicu kegaduhan di ruang publik yang pada akhirnya berimbas negatif pada elektabilitas partai di mata masyarakat.

Serangan terhadap Ade mulai menyeret nama para pimpinan partai dan kader lainnya yang tidak bersalah, sehingga Ade merasa tidak adil jika seluruh jajaran PSI harus menanggung konsekuensi atas pernyataan pribadinya.

Meskipun Ade Armando memutuskan untuk hengkang, ia mengungkapkan bahwa jajaran pimpinan PSI sebenarnya masih sangat menginginkan dirinya untuk tetap bertahan sebagai kader.

Kesetiakawanan yang kuat di internal partai disebut tetap solid mendukung Ade, namun ia tetap teguh pada pendiriannya demi kepentingan yang lebih besar bagi partai.

"Pimpinan-pimpinan PSI selalu mengatakan bahwa mereka selalu berada bersama saya. Tapi tidak adil lah kalau bapak-bapak ibu-ibu di PSI harus juga menanggung akibat dari apa yang saya sampaikan," imbuh Ade.

Langkah pengunduran diri ini diprediksi oleh para pengamat akan mengubah secara signifikan peta komunikasi publik PSI ke depannya.

Selama ini Ade merupakan salah satu "mesin" opini utama bagi partai berlogo mawar tersebut di berbagai platform media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai apakah Ade Armando akan bergabung dengan partai politik lain atau kembali sepenuhnya ke dunia akademisi dan aktivisme media sosial secara independen.

Pengunduran diri Ade ini secara resmi menandai berakhirnya perjalanan panjang sang dosen komunikasi di bawah bendera PSI yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung