Repelita [Jakarta] - Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menuai kritik dari kalangan pengamat.
Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, Herman N Suparman, menyoroti minimnya perhatian terhadap nasib tenaga pendidik serta tenaga medis.
ADVERTISEMENT
Ia menilai fokus pembangunan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada renovasi sarana fisik gedung sekolah semata.
Peningkatan mutu pelayanan publik secara mendasar sangat bergantung pada tingkat kesejahteraan para abdi negara di garda terdepan tersebut.
"Presiden sama sekali tidak menyinggung gaji atau kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan," ujar Herman pada hari Minggu, 16 Agustus 2026.
Dirinya menyayangkan sikap pemerintah yang memberikan porsi pembahasan khusus bagi gaji hakim namun mengabaikan penghasilan guru serta tenaga medis.
"Padahal, kalau mau tempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai investasi untuk kejayaan bangsa, kita tidak hanya bicara renovasi sekolah," tutur Herman.
"Tetapi kita harus bicara kesejahteraan dan juga gaji dari manusia yang menjalankannya, yaitu guru dan tenaga kesehatan," imbuhnya.
Kritik lanjutan turut diarahkan pada absennya pembahasan mengenai peran strategis pemerintah daerah dalam arah kebijakan pembangunan nasional.
Padahal, sebagian besar urusan pelayanan dasar kepada warga masyarakat bersentuhan langsung dengan birokrasi di tingkat daerah.
"Kedua, Presiden juga nyaris tidak menyinggung peran dan juga kinerja pemerintah daerah," jelasnya.
Otonomi daerah serta sistem desentralisasi dinilai memegang peranan krusial yang seharusnya masuk dalam agenda pembenahan tata kelola pemerintahan.
"Dan jangan lupa, asat kita itu menyinggung otonomi daerah dan desentralisasi sebagai bagian penting di dalam pemenahan tata kelola," sambung dia.
Seluruh elemen tersebut dipandang saling terikat erat guna memastikan roda pelayanan publik dapat beroperasi secara maksimal.
"Jadi kalau mau bicara kejayaan bangsa, jangan lupakan tiga hal. Sejahterakan guru, sejahterakan tenaga kesehatan, dan perkuat pemerintah daerah," pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok