Berita, Nasional

14 Komunitas Adat Rongkong Tolak Proyek Panas Bumi PT Ormat Berafiliasi Israel di Tanah Ulayat

Repelita.id

09 June 2026 19:54 WIB

14 Komunitas Adat Rongkong Tolak Proyek Panas Bumi PT Ormat Berafiliasi Israel di Tanah Ulayat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sebanyak 14 komunitas adat di Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pengembangan proyek panas bumi di wilayah mereka.

Proyek tersebut direncanakan akan mencakup area seluas 43.690 hektare, yang merupakan bagian besar dari total 68.650 hektare tanah ulayat masyarakat Rongkong.

ADVERTISEMENT

Pemangku Adat Uri, M. Parmantis, mengungkapkan bahwa masyarakat adat tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan proyek tersebut.

Hanya yang diundang pada saat itu, aparat desa.

Setahu saya.

Kami tokoh adat di Rongkong tidak pernah diundang, kata Parmantis, Selasa (9/6/2026).

Ia menekankan bahwa para tokoh adat secara kolektif menolak proyek tersebut karena dinilai dapat mengancam eksistensi masyarakat adat setempat.

Saya tidak tahu masyarakat pada umumnya.

Tapi tokoh adat menolak itu, terang Parmantis.

Di sisi lain, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu, Andre Tandi Gau, menyebutkan bahwa perusahaan yang terlibat dalam proyek ini adalah PT Ormat Geotermal Indonesia, yang terafiliasi dengan pihak Israel.

Ada (afiliasi Israel).

Kami dari AMAN, secara organisasi menolak secara tegas, karena masuk dalam wilayah adat, karena akan merusak situs masyarakat adat, identitas masyarakat adat, paparnya.

Proyek tersebut diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun dengan potensi cadangan panas bumi sebesar 42 megawatt ekuivalen.

Lokasi penugasan tersebut mencakup tujuh desa di wilayah Rongkong, termasuk area Pangkendekan, Rinding Allo, Komba, dan Desa Penekan.

Selain mengancam situs budaya, pengembangan proyek ini juga dikhawatirkan berdampak buruk terhadap sektor pertanian serta ekologi yang menjadi tumpuan ekonomi warga.

Di sana kan banyak masyarakat adat.

Petani, kebun kopi, sawah, yang akan berdampak secara ekologi, terangnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung