Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Sidang darurat keamanan PBB memanas, Iran beri pesan tajam ke AS: "Bersikaplah sopan!"

Hak Veto Amerika Serikat Kembali Gagalkan Resolusi Gencatan Senjata Gaza di PBB, Dunia Frustrasi - Radar Tulungagung

Repelita Jakarta - Ruang sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang biasanya dipenuhi etika diplomatik berubah menjadi arena konfrontasi sengit saat sesi darurat membahas eskalasi militer di Timur Tengah mencapai puncak ketegangan.

Suasana semakin panas ketika perwakilan Amerika Serikat dalam hak jawabnya melontarkan tuduhan pedas terhadap pemerintahan Teheran dengan menyebutnya sebagai mesin radikalisme yang menindas rakyatnya sendiri.

Utusan Washington mengklaim bahwa masyarakat Iran justru menyambut gembira serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel karena melihatnya sebagai harapan pembebasan dari kekuasaan otoriter yang menindas.

Wakil Tetap Alternatif Amerika Serikat untuk Urusan Politik Khusus di Perserikatan Bangsa-Bangsa Robert Wood secara tegas menyatakan bahwa rezim Teheran bukanlah pemerintahan sah melainkan entitas kriminal yang membahayakan dunia.

Rezim di Teheran telah memimpin serangan yang merenggut nyawa orang Amerika ini adalah rezim yang telah membunuh puluhan ribu rakyatnya sendiri dan memenjarakan lebih banyak lagi hanya karena mereka menginginkan kebebasan dari tirani Anda tegas Wood dengan nada konfrontatif.

Wood juga secara terang-terangan menyebut kehadiran delegasi Iran di kursi Dewan Keamanan sebagai ejekan memalukan terhadap kredibilitas lembaga internasional tersebut.

Kehadiran rezim ini di sini di Dewan ini merupakan sebuah ejekan terhadap badan ini ujar Wood dengan nada sinis yang langsung menciptakan ketidaknyamanan di ruang sidang.

Pernyataan tersebut dianggap merendahkan martabat salah satu negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa di forum tertinggi yang seharusnya menjunjung kesetaraan kedaulatan.

Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani tidak tinggal diam dan langsung memberikan respons tajam saat diberi kesempatan terakhir oleh ketua sidang.

Saya hanya memiliki satu pesan saya menyarankan perwakilan Amerika Serikat untuk bersikap sopan itu akan jauh lebih baik bagi Anda dan negara yang Anda wakili tegas Iravani sebagai teguran langsung.

Perwakilan Amerika Serikat segera menyambar kembali mikrofon dan menolak saran tersebut sambil menegaskan bahwa ia tidak akan membuang waktu untuk berdialog dengan rezim yang menindas rakyatnya sendiri.

Saya tidak akan mendiskreditkan sidang ini dengan memberikan tanggapan lebih lanjut kepada perwakilan dari rezim yang memenjarakan rakyatnya sendiri hanya karena menginginkan kebebasan balas utusan Amerika Serikat dengan suara meninggi.

Iravani membantah keras narasi bahwa rakyat Iran merayakan serangan tersebut dan menyebut klaim itu sebagai bentuk penghinaan terhadap kenyataan yang terjadi di lapangan.

Sangat menggelikan mendengar perwakilan AS mengklaim rakyat Iran merayakan serangan ini rakyat kami sedang berduka atas jatuhnya korban sipil termasuk anak-anak sekolah yang tewas akibat bom Anda kata Iravani.

Adunya mulut ini menjadi klimaks dari sidang darurat yang berlangsung lebih dari dua jam di tengah laporan dentuman bom yang masih terus terdengar di wilayah Iran.

Insiden perang kata-kata antara kedua perwakilan tersebut mencerminkan betapa dalamnya jurang permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat sehingga jalur diplomasi di tingkat tertinggi pun mencapai titik terendah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved