
Repelita Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangannya mengenai konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pelaksanaan operasi militer besar-besaran terhadap Iran dengan tujuan mencegah ancaman terhadap nyawa warga negara Amerika Serikat serta kepentingan keamanan nasional mereka.
"Militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita," kata Donald Trump dalam pernyataannya.
"Tujuan kita adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran," tambahnya menegaskan alasan di balik serangan tersebut.
Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pesan khusus bagi para perwira dan prajurit yang berada di garis depan dalam situasi konflik semacam ini.
Ia menekankan bahwa prajurit tidak hanya memiliki jiwa serta keyakinan tetapi juga akal sehat dan harapan yang kuat terhadap masa depan.
Menurut SBY pengorbanan jiwa dan raga untuk nusa serta bangsa selalu siap dilakukan oleh tentara tanpa perlu diragukan lagi.
Pengalaman SBY yang pernah bertempur untuk Indonesia membuatnya mengingatkan sebuah prinsip penting dalam peperangan.
"Sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit," ujar SBY.
Ia juga mengutip kalimat bermakna yang seharusnya diingat oleh para pemimpin politik seperti presiden atau perdana menteri di seluruh dunia.
"Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for," kata SBY mengutip kalimat tersebut yang berarti prajurit tidak akan bertempur dan siap mati kecuali mereka paham untuk apa mereka melakukan hal itu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

