Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Presiden Xi Nyalakan Mesin: Evakuasi 3.000 Warga dari Iran, China Peringatkan Serangan Terbesar dalam Sejarah di Israel

 

Repelita Jakarta - Presiden Xi Jinping mengaktifkan mekanisme darurat diplomasi dan evakuasi massal di tengah eskalasi perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat serta Israel.

Tiongkok tidak hanya menyuarakan keprihatinan mendalam atas konflik yang semakin memanas tetapi juga mengambil langkah konkret untuk mencegah penyebaran perang lebih luas.

Media pemerintah Beijing menekankan kesiapan negara itu menghadapi skenario terburuk sambil tetap berkomitmen pada penyelesaian damai melalui dialog dan negosiasi.

Menteri Luar Negeri Wang Yi melakukan serangkaian komunikasi intensif dengan mitra di kawasan dan dunia dalam beberapa hari terakhir.

Wang Yi menggelar pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Iran Oman Prancis Israel Arab Saudi serta Uni Emirat Arab.

Dalam dialog dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar pada 3 Maret Wang Yi menyatakan penolakan tegas Tiongkok terhadap serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

Ia menegaskan bahwa kekuatan militer tidak pernah menyelesaikan masalah secara tuntas melainkan justru menimbulkan konsekuensi baru yang lebih rumit.

Wang Yi menekankan bahwa menahan diri dari kekerasan atau ancaman kekerasan merupakan kepentingan dasar semua pihak termasuk Israel.

Ia menyayangkan terputusnya proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya dimediasi Oman dan menunjukkan kemajuan nyata.

Proses tersebut bahkan telah membahas isu keamanan Israel namun terhenti mendadak akibat pecahnya konflik bersenjata.

Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov Wang Yi menyampaikan tiga sikap utama Tiongkok terhadap krisis di Iran.

Pertama semua pihak wajib menghentikan operasi militer dan segala bentuk kekerasan segera.

Kedua solusi harus kembali ke jalur dialog dan negosiasi sebagai satu-satunya jalan keluar yang realistis.

Ketiga menolak segala tindakan sepihak yang melanggar hukum internasional dan norma hubungan antarnegara.

Wang Yi mengecam serangan AS serta Israel ke Iran yang dilakukan saat negosiasi masih berlangsung sehingga merusak kemajuan diplomasi yang telah tercapai.

Ia juga mengkritik keras serangan yang menargetkan dan menewaskan pemimpin negara berdaulat karena melanggar hukum internasional.

Upaya memprovokasi pergantian rezim melalui kekerasan dianggap bertentangan dengan norma dasar hubungan antarnegara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning mengumumkan pada 5 Maret bahwa Utusan Khusus untuk Timur Tengah Zhai Jun akan segera diberangkatkan ke kawasan.

Mao Ning menyatakan Tiongkok akan terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait untuk memperkuat mediasi dan membangun konsensus damai.

Langkah ini mencerminkan komitmen Beijing untuk terlibat aktif bukan hanya melalui pernyataan tetapi juga aksi langsung di lapangan.

Tiongkok telah mengevakuasi lebih dari tiga ribu warganya dari Iran hingga 2 Maret seiring memburuknya kondisi keamanan.

Tim diplomatik di negara tetangga Iran terus bekerja di pelabuhan perbatasan untuk memfasilitasi dan membantu proses evakuasi tersebut.

Kedutaan Besar Tiongkok di Israel mengeluarkan peringatan keselamatan terbaru kepada warganya di wilayah tersebut.

Warga Tiongkok diimbau waspada terhadap serangan rudal dan roket dengan waktu peringatan hanya enam puluh hingga sembilan puluh detik atau bahkan lebih pendek.

Imbauan tersebut menyarankan menghindari keluar rumah untuk urusan non-esensial serta menjauhi fasilitas sensitif.


Sejak 28 Februari beberapa kedutaan dan konsulat Tiongkok di Timur Tengah termasuk di Israel Iran Bahrain Qatar Oman serta Uni Emirat Arab telah mengeluarkan peringatan serupa.

Wang Yi menyoroti bahaya kembalinya hukum rimba di mana negara kuat bertindak sewenang-wenang terhadap negara lemah.

Ia menegaskan negara besar tidak boleh memanfaatkan superioritas militer untuk menyerang negara lain secara sepihak.

Wang Yi menyatakan bahwa setiap pelanggaran hukum internasional harus ditentang bersama oleh komunitas global.

Tiongkok menyatakan keprihatinan serius atas potensi perluasan konflik ke negara-negara Teluk serta menuntut penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas teritorial mereka.

Mao Ning mengutuk serangan terhadap warga sipil dan fasilitas non-militer yang memperburuk krisis kemanusiaan.

Sebagai importir minyak terbesar dunia Tiongkok menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi global.

Mao Ning menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional krusial untuk barang dan energi.

Ia mendesak semua pihak menghentikan operasi militer menghindari eskalasi serta menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah dampak lebih parah terhadap ekonomi dunia yang sedang rentan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved