Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai Pemimpin Sementara, Analis: Perang Masuk Babak Baru yang Lebih Keras

Repelita Jakarta - Iran telah menetapkan Ayatollah Alireza Arafi, anggota Dewan Wali, sebagai Pemimpin Tertinggi sementara untuk menggantikan almarhum Ayatollah Ali Khamenei hingga proses penetapan pemimpin definitif selesai sesuai ketentuan konstitusi Republik Islam.

Penunjukan tersebut berlangsung di tengah eskalasi ketegangan regional yang diperkirakan akan memasuki tahap paling intens dalam riwayat perseteruan antara Iran dan Israel.

Ayatollah Alireza Arafi dipandang memiliki kualifikasi keagamaan serta pengalaman politik yang memadai untuk menjaga kestabilan negara selama periode transisi yang penuh sensitivitas ini.

Analis geopolitik Tengku Zulkifli Usman menilai pergantian kepemimpinan ini berlangsung pada saat yang sangat menentukan bagi masa depan Iran.

Penunjukan Ayatollah Alireza Arafi menandakan upaya Iran untuk mempertahankan kestabilan domestik di hadapan ancaman luar yang semakin mendesak, sehingga hari-hari ke depan diprediksi akan berlangsung sangat sulit dan melelahkan.

Menurut Tengku Zulkifli Usman dikutip dari akun media sosialnya pada Minggu 1 Maret 2026, wafatnya Khamenei membuka lembaran baru dalam dinamika konflik Timur Tengah.

Ia memperkirakan Israel bersama Amerika Serikat akan meningkatkan tekanan secara maksimal terhadap Iran dengan tujuan meruntuhkan sistem Republik Islam.

Di sisi lain Iran diperkirakan akan melakukan perlawanan habis-habisan demi memastikan kelangsungan pemerintahan Republik Islam.

Bagi Israel keberadaan Iran dengan bentuk pemerintahan Republik Islam dipandang sebagai ancaman eksistensial jangka panjang sehingga konflik mendatang berpotensi melampaui serangan terbatas menuju konfrontasi terbuka berskala lebih besar.

Tengku Zulkifli Usman menyatakan bahwa pascawafatnya Khamenei konflik Israel-Iran telah memasuki fase baru yang jauh lebih keras dibandingkan periode sebelumnya.

Dinamika tersebut tidak hanya memengaruhi Iran dan Israel melainkan juga kestabilan seluruh kawasan serta dunia Islam secara keseluruhan.

Kepentingan umat Islam saat ini dalam kerangka geopolitik terletak pada kemampuan Iran mempertahankan eksistensinya karena kegagalan akan mengubah keseimbangan kekuatan regional secara drastis dengan konsekuensi yang sangat luas.

Kondisi Timur Tengah kini berada pada tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi sehingga komunitas internasional mengawasi setiap perkembangan dengan saksama mengingat potensi eskalasi dapat melibatkan kekuatan global serta memengaruhi keamanan pasokan energi stabilitas ekonomi dan ketertiban internasional secara keseluruhan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved