Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

6 Awak Pesawat AS Tewas dalam Kecelakaan di Irak, Iran Klaim Tembak Jatuh

 

Repelita Washington - Pentagon mengkonfirmasi keenam awak pesawat yang tewas dalam kecelakaan pesawat di Irak pada hari Kamis waktu setempat, menjadikan total korban tewas personel AS dalam perang melawan Iran terus bertambah.

Militer AS mengatakan keenam anggota layanan di dalam pesawat pengisian bahan bakar Amerika itu tewas ketika pesawat jatuh di Irak dan Pentagon menyatakan kejadian itu "bukan karena tembakan musuh."

Meski Pentagon membantah keterlibatan tembakan musuh, kelompok proksi Iran di Irak justru mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat KC-135 tersebut.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak, sebuah payung faksi-faksi bersenjata yang didukung Iran, mengklaim telah menembak jatuh pesawat pengisian bahan bakar AS tersebut untuk membela kedaulatan dan wilayah udara Irak.

Insiden ini menambah daftar panjang kerugian personel AS dalam konflik yang telah berlangsung selama dua pekan ini, dengan setidaknya 13 tentara Amerika tewas sehubungan dengan perang melawan Iran.

Sebelumnya enam orang tewas di Kuwait dan satu orang di Uni Emirat Arab akibat serangan langsung maupun insiden lain terkait operasi militer.

Pertempuran terus berlanjut di Timur Tengah termasuk serangan baru Iran terhadap negara-negara Teluk tempat aset-aset militer Amerika Serikat berada.

Hari ini ledakan juga menggemparkan Teheran selama refleksi besar-besaran yang menandai Hari Al Quds, di mana ribuan warga Iran turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan kepada Palestina.

Ledakan terjadi di Alun-Alun Ferdowsi dekat Universitas Teheran saat massa berkumpul, menewaskan sedikitnya satu orang wanita akibat terkena serpihan proyektil.

Media Iran melaporkan insiden tersebut sebagai dampak langsung dari serangan udara jet tempur koalisi AS-Israel yang terus berlanjut meskipun ada aksi damai.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan sejumlah pejabat tinggi lainnya ikut hadir dalam aksi tersebut tanpa pengawalan ketat, menunjukkan simbol perlawanan terhadap agresi asing.

Di tengah konflik yang terus memanas, lebih dari 1.444 warga Iran dilaporkan tewas dan 18.551 lainnya terluka sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari 2026.

Mayoritas korban merupakan warga sipil termasuk perempuan, anak-anak, dan pelajar yang menjadi korban tak berdosa dari konflik berkepanjangan ini.

Sementara itu militer Israel terus meningkatkan intensitas serangan udara ke berbagai fasilitas militer Iran dengan mengklaim telah menghantam lebih dari 200 sasaran baru.

Dunia internasional terus mendesak dilakukannya gencatan senjata sementara Iran mengajukan tiga syarat utama untuk mengakhiri perang yaitu pengakuan hak-hak sah Iran, pembayaran reparasi, dan jaminan internasional terhadap agresi di masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved