
Repelita Jakarta - Para pelaku penculikan mengirimkan video terakhir berdurasi tiga menit lima belas detik yang menampilkan Igor Komarov berusia dua puluh delapan tahun dalam kondisi menyedihkan sambil menangis memohon pertolongan kepada orang tuanya.
Dalam rekaman tersebut Igor dengan suara terisak meminta ibu dan ayahnya untuk menyelamatkannya dengan mengembalikan uang sepuluh juta dolar Amerika yang disebut telah dicuri oleh keluarganya.
Pelaku penculikan secara tegas menyatakan bahwa tidak ada kontak mafia maupun polisi yang mampu membantu korban keluar dari situasi tersebut.
Video menunjukkan kedua mata Igor mengalami lebam berat yang diduga akibat pemukulan serta tangan kirinya dibalut perban sebagai tanda luka serius.
Tolong saya sekarat kembalikan uang sepuluh juta dolar bayarlah selamatkan saya bawa saya pulang ujar Igor sambil menangis tersedu-sedu dalam rekaman yang beredar luas.
Setelah video tersebut menyebar aparat kepolisian menemukan potongan tubuh manusia di wilayah pantai Kabupaten Gianyar Bali yang diduga kuat milik Igor Komarov warga negara Ukraina yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Potongan tubuh tersebut ditemukan lengkap dengan ciri khas tato berupa angka Romawi pada lengan kiri yang sesuai dengan identitas korban.
Igor Komarov diketahui sebagai putra dari seorang tokoh kriminal asal Ukraina bernama Oleksandr Petrovsky yang mendapat julukan Narik dan dikaitkan dengan jaringan kejahatan terorganisir lintas negara.
Berbagai laporan media di Eropa Timur menyebut Petrovsky terlibat dalam operasi penipuan call center yang menargetkan korban di Rusia serta negara-negara lain selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Suara pria dalam video mengulangi ancaman tidak ada polisi tidak ada teman mafia yang bisa menyentuhnya sambil memperlihatkan kondisi Igor yang babak belur.
Rekaman brutal lain yang beredar di media sosial Rusia dan Ukraina menunjukkan Igor dengan jari hilang kaki hancur serta ancaman pemotongan lengan oleh para penculik.
Para pelaku menuntut tebusan sepuluh juta dolar Amerika atau setara sekitar seratus lima puluh tujuh miliar rupiah yang disebut sebagai pengembalian dana hasil dugaan penipuan aset kripto yang melibatkan keluarga korban.
Beberapa media Rusia melaporkan bahwa Igor masih hidup meskipun dalam kondisi sangat kritis namun temuan potongan tubuh di Bali memperkuat dugaan kematian korban.
Kasus ini dikaitkan dengan konflik keuangan di dunia kripto di mana ayah Igor diduga terlibat dalam platform abal-abal berskala internasional.
Profil profesional Igor menyebutkan keterlibatannya dalam proyek kripto legal seperti Tronex dan Stakero meskipun rumor keterlibatan keluarga dalam skema penipuan global memicu ketegangan antar kelompok kriminal.
Muncul spekulasi bahwa penculikan ini merupakan aksi balas dendam dari kelompok Rusia atau Chechnya yang merasa dirugikan secara besar-besaran.
Peristiwa ini mengingatkan pada kasus Januari 2025 ketika seorang warga negara Ukraina bernama Igor Iermakov dirampok aset kripto senilai tiga hingga tiga koma empat miliar rupiah di kawasan Ungasan Bali.
Laporan resmi kehilangan Igor diterima Polres Gianyar pada malam tanggal dua puluh satu Februari dua ribu dua puluh enam pukul sembilan malam waktu Indonesia bagian tengah.
Penculikan diduga terjadi pada malam tanggal sembilan belas hingga dua puluh Februari dua ribu dua puluh enam di kawasan Kuta Selatan atau perbatasan dengan Gianyar.
Pada tanggal dua puluh satu Februari pukul sembilan empat puluh lima malam razia keamanan dan ketertiban masyarakat digelar di simpang jalan raya Tulikup-Sidan dengan memeriksa seratus dua puluh mobil serta lima puluh motor namun hasilnya nihil.
Igor berada di Bali bersama Yermak Petrovsky serta pacarnya seorang blogger bernama Ewa Miszałowa di mana Petrovsky berhasil melarikan diri sementara Igor ditangkap.
Sehari sebelum insiden mereka dilaporkan terlibat perselisihan dengan kelompok kriminal lokal karena dianggap terlalu mencolok dan mengganggu.
Keesokan harinya Igor mengalami kecelakaan ditabrak kendaraan saat bersepeda sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

