Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Seskab Teddy Kecewa Tak Diberi Kesempatan Bicara: Saya Cuma Pajangan?

 

Repelita Jakarta - Momen tidak terduga terjadi saat pembahasan isu tarif resiprokal di Amerika Serikat baru-baru ini, perhatian publik justru tertuju pada Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang terekam kamera menunjukkan ekspresi kekecewaan dalam sebuah konferensi pers.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, Teddy tampak tidak mendapat kesempatan untuk menyampaikan pernyataan, situasi itu memicu reaksinya yang terdengar cukup jelas.

Ia bahkan menyebut dirinya hanya menjadi pajangan, “Ini ngundang saya buat pajangan aja?,” ucapnya dengan nada yang terdengar kecewa.

Ucapan tersebut dengan cepat viral dan memancing beragam spekulasi dari warganet di berbagai platform media sosial.

Apalagi, terlihat Teddy telah menyiapkan secarik kertas catatan yang diduga bahan keterangannya di hadapan awak media yang hadir.

Seperti diketahui, Teddy memang sering berdiri di depan kamera berbicara mengenai agenda Presiden Prabowo Subianto di luar negeri.

Namun, kali ini Teddy tidak mendapatkan kesempatan bicara saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers tersebut.

Tidak sedikit yang menduga ada dinamika internal dalam tim delegasi Indonesia yang hadir dalam agenda pembahasan tarif resiprokal di Amerika Serikat.

Bukan hanya Teddy, ekspresi Airlangga juga ikut menjadi perhatian publik, sorot kamera yang menangkap raut wajah Airlangga memicu berbagai tafsir di media sosial.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara terkait putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal global Presiden AS, Donald Trump.

Airlangga menegaskan, bagi Indonesia, kesepakatan yang telah diteken dengan pemerintah AS tetap berjalan sesuai mekanisme yang disepakati kedua negara.

"Bagi Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian, ini namanya perjanjian antara 2 negara, ini masih tetap berproses karena ini diminta dalam perjanjian untuk berlakunya periode 60 hari sesudah ditandatangani dan masing-masing pihak berkonsultasi dengan institusi yang diperlukan," kata Airlangga dalam keterangan pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah masih memiliki ruang waktu untuk melakukan pembahasan lebih lanjut, termasuk berkoordinasi dengan DPR RI.

"Kami sudah berkoordinasi dengan USDR dan mereka mengatakan akan ada keputusan kabinet mereka terhadap mereka yang sudah menandatangani perjanjian," Airlangga menuturkan.

"Alhamdulillah kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen tapi yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap," tambahnya.

Lanjut Airlangga, sebagian ketentuan yang menyangkut sektor pertanian telah diatur melalui executive order tersendiri, sehingga tidak terdampak pembatalan tersebut.

"Karena itu sebagian sudah ada yang untuk agriculture dalam bentuk executive order yang berbeda, jadi itu tidak dibatalkan," tegasnya.

"Namun kan kita juga yang 0 persen itu ada supply chain untuk elektronik dan juga CPO dan juga tekstil dan foodware dan yang lain, jadi ini yang kita tunggu sampai dengan 60 hari ke depan," sambung dia.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa perkembangan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut, Presiden meminta agar seluruh potensi risiko dikaji secara mendalam oleh jajarannya.

"Kemarin kami sudah lapor ke Pak Presiden dan beliau minta kita mempelajari seluruh risiko-risiko yang mungkin timbul dan Indonesia siap dengan berbagai skenario karena skenario keputusan MA-nya Amerika ini sudah dibahas dengan USDR sebelum kita tandatangani," pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved