Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Pegawai SPBU Lukman Hakim Dianiaya Oknum Polri, Dapat Ancaman Pembunuhan: "Mau Mati Sekarang Lu?"

 Operator SPBU akui terima ancaman pembunuhan oleh aparat di Jaktim - ANTARA  News

Repelita Jakarta - Pegawai SPBU Lukman Hakim berusia 19 tahun yang menjadi korban dugaan penganiayaan oknum anggota Polri di Jalan Bekasi Timur Raya Cipinang Pulogadung Jakarta Timur mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari pelaku.

Ancaman tersebut dilontarkan saat Lukman berusaha kabur dari penganiayaan pada Minggu 22 Februari 2026 malam sekitar pukul 22.24 WIB.

Lukman menjelaskan pelaku mengatakan lari mau ke mana mau mati sekarang ketika mengejarnya sehingga membuatnya semakin ketakutan.

Penyebab penganiayaan bermula dari penolakan Lukman mengisi BBM bersubsidi pada mobil mewah yang dinaiki pelaku karena data nomor polisi dan jenis kendaraan pada barcode Pertamina tidak sesuai.

Pelaku disebut emosi berat dan langsung menganiaya Lukman serta dua rekannya karena tidak diperbolehkan mengisi Pertalite.

Lukman mengaku tidak berani melawan karena postur pelaku lebih besar serta khawatir pelaku membawa senjata api setelah pelaku sesumbar bahwa mobil tersebut milik jenderal dan menyebut jabatan Kapolda.

Dari tiga korban Lukman mengalami memar sementara rekannya Abud Mahbudin berusia 28 tahun mengalami luka paling parah dengan gigi depan patah akibat pukulan bertubi-tubi di pelipis rahang serta belakang kepala.

Korban ketiga Khairul Anam selaku staf SPBU ditampar serta kerah bajunya ditarik hingga robek oleh pelaku.

Pelaku tidak mengenakan pakaian dinas maupun atribut Polri serta nomor polisi kendaraan bukan operasional dinas sehingga identitasnya masih belum diketahui pasti.

Jajaran Bidpropam Polda Metro Jaya mendatangi SPBU tersebut pada Senin 23 Februari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB untuk meminta keterangan dari para saksi dan korban.

Staf SPBU Mukhlisin berusia 38 tahun menyatakan kedatangan Bidpropam tersebut membuatnya kaget karena mereka mengenakan seragam putih Paminal dan hanya meminta keterangan terkait kejadian penganiayaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto menyatakan masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut sehingga belum dapat memberikan keterangan lengkap terkait kasus tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved