
Repelita Yogyakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto akhir-akhir ini menjadi perhatian publik karena sikap vokalnya dalam mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang sedang berjalan.
Akibat kritik yang disampaikan secara terbuka Tiyo mengaku mengalami teror melalui media sosial yang membuatnya menjadi sorotan lebih luas di kalangan masyarakat.
Belakangan diketahui bahwa Tiyo merupakan lulusan pendidikan kesetaraan Paket C yang setara dengan jenjang SMA atau SMK dalam sistem pendidikan nonformal.
Program Paket C diselenggarakan oleh lembaga swasta melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan diakui secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi sebagai jalur alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan setara.
Pendidikan kesetaraan ini dirancang untuk memfasilitasi anak putus sekolah peserta homeschooling maupun warga yang tidak sempat menempuh pendidikan formal di masa lalu agar tetap dapat melanjutkan belajar.
Tiyo Ardianto diketahui pernah menempuh pendidikan setara SMA di Omah Dongeng Marwah yang berlokasi di Kudus Jawa Tengah.
Omah Dongeng Marwah merupakan komunitas pendidikan alternatif yang mengutamakan pengembangan kreativitas anak melalui kegiatan mendongeng literasi seni serta pelestarian budaya lokal.
Pendekatan pendidikan di komunitas tersebut lebih menekankan proses belajar yang menyenangkan dan kontekstual sehingga sesuai dengan kebutuhan peserta didik dari berbagai latar belakang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

