
Repelita Washington - Militer Amerika Serikat telah menempatkan diri dalam posisi siap untuk melancarkan serangan ke Iran yang berpotensi terjadi paling cepat pada akhir pekan ini.
Presiden Donald Trump belum mengeluarkan keputusan akhir terkait rencana aksi militer tersebut.
Pertemuan tingkat tinggi para pejabat keamanan nasional digelar di Situation Room Gedung Putih pada Rabu 18 Februari 2026 guna membahas perkembangan situasi Iran.
Sumber-sumber senior pemerintahan menyatakan bahwa pasukan militer sudah berada pada tingkat kesiapan maksimal untuk operasi akhir pekan.
Trump masih mempertimbangkan secara mendalam sambil terus meminta pandangan dari tim penasihat serta mitra strategis di kawasan sebelum menetapkan langkah.
Utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff bersama penasihat Jared Kushner melaporkan hasil perundingan tidak langsung dengan delegasi Iran di Jenewa Swiss yang berlangsung pada Selasa lalu.
Diskusi selama tiga setengah jam tersebut difasilitasi oleh Oman dan ditutup tanpa tercapainya kesepakatan konkret.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutkan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan atas beberapa prinsip pokok meski detail teknis masih memerlukan pembahasan lanjutan.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan harapan agar Iran segera menunjukkan sikap yang jelas dalam negosiasi nuklir yang telah memasuki putaran kedua.
Pemerintahan Amerika Serikat tetap menunggu kejelasan tersebut dalam beberapa pekan ke depan tanpa memberikan kepastian penundaan rencana militer.
Informasi mengenai kesiapan serangan akhir pekan pertama kali dilaporkan oleh CBS News.
Belum ada kepastian apakah Trump akan memerintahkan serangan pada akhir pekan atau memilih menunggu perkembangan lebih lanjut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

