Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pelatih PSM Kritik Kualitas Rumput Jakarta International Stadium dan Singgung Perubahan oleh PSSI

 

Repelita Jakarta - Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi sorotan tajam terkait kualitas rumputnya yang dianggap kurang layak untuk pertandingan sepakbola, terutama setelah lama tidak digunakan sebagai venue pertandingan.

Laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta melawan PSM Makassar yang berakhir dengan skor 2-1 menjadi momen penting yang membuka kembali perdebatan soal kondisi lapangan di stadion kebanggaan warga Jakarta Utara tersebut.

Usai pertandingan, pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyampaikan sindiran terkait kualitas rumput JIS yang dinilainya kurang memadai untuk pertandingan level kompetisi.

Ia menyebutkan bahwa rumput di stadion itu hanya sedikit lebih baik dibandingkan dengan lapangan yang pernah ia hadapi di Afrika, meskipun tidak secara eksplisit menyatakan buruk.

"Saya bisa sampaikan kepada kalian, lapangan ini tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan tempat saya sebelumnya di Afrika," katanya saat ditemui usai laga.

Sementara itu, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, juga mengeluhkan kondisi rumput yang dianggap tidak ideal untuk mendukung permainan cepat anak asuhnya.

Ia menilai bahwa kondisi lapangan tersebut berdampak pada performa tim lawan, sekaligus menjadi keuntungan bagi Persija yang mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol dari kesalahan kiper PSM, Reza Arya.

"Lapangan tadi benar-benar tidak memberikan kondisi yang baik," jelasnya pada Minggu (22/2/2026).

"Dan bagi tim kami, yang bermain dengan tempo yang cepat dan lincah, hal itu akhirnya merugikan kami, saya pikir itu juga merugikan lawan," sambungnya menjelaskan dampak kondisi lapangan.

"Karena ketika penjaga gawang mencoba menendang bola ke depan, dia melakukan kesalahan, dan Matsumura sangat cerdas dan mencetak gol tersebut, namun, sekali lagi, saya senang dengan performa tim saya," pungkasnya.

Keraguan soal kualitas rumput JIS muncul karena stadion ini sudah lama tidak digunakan untuk pertandingan sepakbola secara rutin.

Laga kandang Persija terakhir di JIS terjadi sekitar September tahun lalu, berarti stadion ini tidak dipakai selama hampir lima bulan untuk pertandingan resmi.

Kondisi ini diduga menjadi penyebab utama menurunnya kualitas rumput yang kembali jadi sorotan publik dan pelaku sepakbola nasional.

Sebelumnya, rumput di JIS pernah mendapatkan banyak pujian ketika stadion ini dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Saat itu JIS menggunakan rumput hybrid yang memenuhi spesifikasi internasional dengan kualitas terbaik.

Rumput tersebut merupakan kombinasi 95 persen Zoysia Matrella dari Boyolali dan 5 persen rumput sintetis Limonta yang memenuhi standar global.

"Rumput yang digunakan di JIS sesuai dengan spesifikasi, itu adalah rumput hybrid yang merupakan kombinasi dari Zoysia Matrella sebanyak 95 persen dari Boyolali dan Sintetis Limonta sebanyak 5 persen," tercantum dalam dokumen resmi tahun 2023.

Dokumen itu juga menegaskan bahwa rumput JIS telah mendapatkan rekomendasi FIFA dan menggunakan material yang sama dengan rumput di stadion-stadion elite Eropa.

"Rumput Hybrid tersebut sudah mendapatkan rekomendasi dari FIFA dan sama dengan Rumput yang digunakan di Wanda Metropolitano yang dipakai Atletico Madrid dan Allianz Arena yang digunakan Bayern Muenchen," jelas data tersebut.

Hanya saja, setelah Anies Baswedan lengser dari jabatan Gubernur DKI Jakarta, rumput JIS itu pun diubah oleh PSSI dengan berbagai argumentasi teknis.

Meski sempat mendapat protes dan terjadi silang pendapat karena disinyalir ada kaitan dengan kontestasi politik, rumput itu tetap diubah dengan beragam argumentasi dari pihak PSSI.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved