Repelita Jakarta - Meskipun dalam kondisi sakit mantan Presiden Joko Widodo tetap hadir di Rakernas Partai Solidaritas Indonesia yang digelar di Hotel Claro Makassar Sulawesi Selatan pada Sabtu 31 Januari 2026.
Kuasa hukum Roy Suryo cs Ahmad Khozinudin menilai kehadiran Jokowi di acara tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa ia tidak memiliki ijazah asli.
"Karena konsisten dengan kontradiksi (baca: bohong). Bagi orang yang memiliki ijazah asli, tentu akan bersikap konsisten dengan kejujuran," kata Khozinudin pada Senin 2 Februari 2026.
Khozinudin menyoroti kontradiksi dalam pernyataan Rektor UGM Ova Emilia yang viral di dua video resmi YouTube UGM dengan tanggal kelulusan Jokowi berbeda.
Dalam video pertama bertajuk Pernyataan Rektor UGM terkait Ijazah Joko Widodo yang tayang sejak 22 Agustus 2025 Ova menyebut Jokowi lulus pada 5 November 1985.
Dalam video kedua berjudul Penegasan Rektor UGM tentang Ijazah Joko Widodo tanggal kelulusan berubah menjadi 23 Oktober 1985.
Khozinudin menyatakan Jokowi pernah mengaku siap menunjukkan ijazah SD SMP SMA hingga S1 UGM di pengadilan jika diminta.
Namun pada sidang Citizen Lawsuit di Pengadilan Negeri Surakarta dalam agenda pembuktian Jokowi tidak kunjung hadir membawa dokumen bukti ijazahnya.
Berbeda dengan sikapnya di Rakernas PSI di Makassar Jokowi hadir meskipun jarak jauh dan menyatakan bersedia memeras darahnya demi membesarkan partai tersebut.
Menurut Khozinudin kontradiksi sikap Jokowi yang menghindari pengadilan namun antusias di acara partai semakin meyakinkan publik bahwa ia memang tidak memiliki ijazah asli.
"Sebab, jika punya, Jokowi tak akan menghindari pengadilan dan malah nyelonong ke Makasar menghadiri acara PSI," pungkas Khozinudin.
Editor: 91224 R-ID Elok

