Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketua BEM Tiyo Ardianto Ungkap Latar Belakang Paket C: Pilih Homeschooling Berbasis Dongeng Demi Kemerdekaan Berpikir

 Latar Belakang Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Viral Kritik MBG Dikorek-korek,  Ternyata Lulusan Paket C - Pojok Baca

Repelita Jakarta - Isu status lulusan Paket C yang melekat pada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Tiyo Ardianto menjadi bahan perbincangan luas di kalangan masyarakat dan media sosial.

Dalam Podcast Terus Terang Media Tiyo menjelaskan perjalanan pendidikannya yang tidak melalui jalur sekolah menengah atas formal melainkan melalui pendidikan nonformal berbasis komunitas hingga akhirnya melanjutkan ke perguruan tinggi sambil aktif di gerakan mahasiswa.

Nama Tiyo sebelumnya juga menjadi sorotan setelah ia mengadukan program Makan Bergizi Gratis ke UNICEF sebagai badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa sehingga memicu diskusi mengenai latar belakang pendidikannya.

Saat masih di tingkat sekolah menengah pertama Tiyo menjabat sebagai Ketua OSIS sekaligus Ketua Dewan Penggalang Pramuka di mana ia mulai mempertanyakan arah sistem pendidikan nasional secara keseluruhan.

Ia menilai bahwa sistem pendidikan saat itu belum sepenuhnya mewujudkan gagasan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional yang menekankan kebebasan dan kemandirian belajar.

Pandangan kritis tersebut mendorongnya mengambil keputusan besar untuk tidak melanjutkan ke sekolah menengah atas konvensional dan memilih jalur alternatif bersama beberapa rekan.

Bersama kelompoknya Tiyo merintis transformasi sebuah sanggar menjadi PKBM Omah Dongeng Marwah yang menerapkan model homeschooling berbasis komunitas dengan metode pembelajaran melalui dongeng dan aktivitas kreatif.

Sekolah komunitas tersebut pada angkatan pertama hanya diikuti lima orang tanpa struktur guru formal melainkan hanya fasilitator yang menjunjung prinsip kesetaraan di mana tidak ada yang mengklaim lebih pintar hanya lebih dulu mengetahui.

Selama tiga tahun mengikuti proses di Omah Dongeng Marwah Tiyo mengaku banyak memperoleh pengalaman mendalam di bidang seni sastra kebudayaan serta isu-isu politik yang membentuk pemikirannya.

“Sehingga ini terakumulasi pada keputusan selanjutnya untuk, oke, kita kuliah. Dan waktu itu saya hanya daftar dua kampus,” tuturnya dalam podcast tersebut.

Karena menempuh pendidikan nonformal Tiyo kemudian mengikuti ujian Paket C guna memperoleh ijazah setara sekolah menengah atas yang diperlukan secara administratif untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Ia menyadari bahwa ijazah tetap menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang bermimpi menempuh pendidikan tinggi meskipun pembentukan karakter dan pengetahuan bisa diperoleh dari berbagai ruang belajar di luar sistem formal.

Keputusan melanjutkan ke perguruan tinggi sempat menjadi dilema bagi Tiyo namun ia merasa kemerdekaan berpikir telah tertanam kuat sehingga lingkungan akademik tidak lagi dipandang sebagai pembatas.

Dalam kesempatan yang sama Tiyo juga menyampaikan kritik terhadap watak kekuasaan yang dinilai kurang mendengar aspirasi publik secara substantif.

Baginya demokrasi sejati harus memberikan ruang bagi intervensi rakyat terhadap kebijakan negara dan ketika suara masyarakat diabaikan maka kualitas demokrasi itu sendiri menjadi dipertanyakan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved