
Repelita Jakarta - Penggunaan APBN kini terasa semakin semaunya sendiri tanpa pengawasan ketat dan mekanisme lelang yang seharusnya menjadi standar.
Anggaran negara diperlakukan seperti milik pribadi sehingga berbagai proyek besar bisa ditunjuk langsung tanpa proses tender terbuka.
Proyek pengadaan smart TV bernilai triliunan rupiah langsung diberikan kepada pihak tertentu meski jumlahnya mencapai ratusan ribu unit.
Program porsi makanan bergizi jutaan porsi yang dibagi ke dapur-dapur lokal juga ditunjuk langsung tanpa lelang meski menggunakan dana negara.
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diserahkan kepada Agrinas tanpa tender dengan skema pembangunan dulu lalu direimburst oleh pemerintah.
Biaya pembangunan satu koperasi disebut mencapai tiga miliar rupiah sehingga jika dikalikan dengan jumlah desa di seluruh Indonesia angkanya mencapai triliunan rupiah.
Pembangunan pabrik genteng untuk gentengisasi serta pabrik pakan terintegrasi dengan peternakan ayam juga dilakukan tanpa proses lelang yang transparan.
Impor seratus lima ribu unit pikap Mahindra dari India langsung disetujui dengan DP tiga puluh persen atau sekitar tujuh koma tiga sembilan triliun rupiah tanpa mekanisme pengadaan yang jelas.
Sektor swasta yang sudah berjuang dari rezim ke rezim merasa gigit jari karena ekonomi komando dikuasai pemain-pemain tertentu tanpa pengawasan dan kritik.
Sistem ekonomi komandos yang koruptos ini lama-lama akan membuat negara ambruk jika tidak segera diperbaiki.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

