Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Gus Umar Tolak Pengembalian Dana LPDP Tyas: Koruptor Lebih Harus Dikembalikan

 

Repelita Jakarta - Polemik viral seputar penerima beasiswa LPDP Dwi Sasetya-Ningtyas yang memilih menetap di luar negeri dan berharap anaknya menjadi warga negara asing terus memicu tanggapan tajam dari berbagai tokoh masyarakat.

Kader PKB Umar Hasibuan atau Gus Umar menyatakan bahwa kesalahan yang dilakukan Tyas tidak serta merta mengharuskan pengembalian dana pendidikan yang telah digunakan untuk studi.

Ia mempertanyakan apakah tuntutan pengembalian dana tersebut terlalu berlebihan mengingat yang terjadi hanyalah salah langkah dan pamer semata.

Gus Umar melalui cuitannya di X pada 24 Februari 2026 menanyakan apakah kebijakan itu harus sekejam itu terhadap penerima beasiswa yang dianggap melanggar komitmen.

Ia membandingkan kasus ini dengan koruptor yang merugikan negara dalam jumlah besar dan mempertanyakan mengapa mereka serta keluarganya tidak diminta mengembalikan dana secara adil.

Mantan Komisaris PT Pelni Dede Budyarto memberikan respons tegas terhadap perbandingan tersebut dengan menyatakan bahwa kasus LPDP dan korupsi berada dalam rezim hukum yang berbeda sehingga tidak tepat disamakan.

Dede menegaskan bahwa LPDP merupakan kontrak perdata berbasis kewajiban penerima beasiswa kepada negara sementara korupsi adalah tindak pidana yang ditangani melalui pengadilan dan perampasan aset.

Ia menilai perbandingan yang dibuat Gus Umar terkesan dipaksakan karena objek mekanisme serta pasal hukumnya jelas berbeda sehingga hanya cocoklogi untuk menambah drama.

Cendekiawan Nahdlatul Ulama Gus Hilmi Firdausi melalui cuitannya di X pada 24 Februari 2026 mengajak semua pihak melihat lebih dalam mengapa banyak orang yang pernah tinggal di luar negeri ingin berubah status menjadi warga negara asing.

Ia menilai fenomena tersebut seharusnya menjadi bahan muhasabah dan evaluasi bagi pemerintah agar melakukan pembenahan menyeluruh.

Gus Hilmi mencontohkan keberhasilan Pemerintah Malaysia dalam membuat rakyatnya bangga melalui penguatan paspor hingga menjadi salah satu yang terkuat di dunia.

Ia menekankan bahwa perbaikan tidak cukup hanya pada paspor melainkan harus mencakup berbagai aspek lain agar warga negara tetap merasa bangga menjadi WNI sepanjang masa.

Gus Hilmi menyindir bahwa peribahasa lama hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri sendiri baik jua di negeri sendiri tampaknya sudah tidak lagi relevan di kalangan generasi muda saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved