Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[GILA GILAAN] BGN Salurkan Rp500 Juta/Hari Langsung ke Dapur MBG, 93% Anggaran Rp240 Triliun Mengalir ke Daerah Tanpa Lewat Pemda

Repelita Jakarta - Badan Gizi Nasional telah meluncurkan mekanisme penyaluran anggaran yang sangat besar untuk program Makan Bergizi Gratis dengan pendekatan langsung tanpa perantara.

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur program tersebut mendapatkan alokasi dana hingga Rp500 juta per hari yang dikirimkan secara langsung ke lokasi operasional.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang agar dana benar-benar mengalir hingga ke masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Dari total anggaran Badan Gizi Nasional yang mencapai Rp268 triliun, sekitar 93 persen atau Rp240 triliun disalurkan langsung ke tingkat lapangan tanpa singgah di kas pemerintah daerah.

Pendekatan ini disebut sebagai pola baru yang belum pernah diterapkan pada periode pemerintahan sebelumnya di tanah air.

Hingga kini, peredaran dana di lapangan telah mencapai sekitar Rp36 triliun dan terus bertambah seiring bertambahnya unit layanan yang aktif.

Semakin banyak unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang beroperasi di suatu daerah, maka semakin tinggi pula perputaran likuiditas ekonomi di wilayah tersebut.

Program ini memberikan manfaat besar bagi petani serta pelaku usaha lokal melalui jaminan penyerapan produk secara penuh sehingga tercipta pasar yang stabil dan terjamin.

Petani wortel di Nusa Tenggara Timur misalnya sudah merasakan kenaikan harga jual hingga tiga kali lipat akibat kebijakan tersebut.

Lonjakan serapan produk lokal ini turut mendorong kenaikan Nilai Tukar Petani secara nasional yang kini berada di level 125 dari sebelumnya hanya 102.

Angka tersebut memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan investasi dan kesejahteraan keluarga hingga 25 poin lebih tinggi dibandingkan posisi awal.

Dadan Hindayana optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat terus mengangkat Nilai Tukar Petani hingga mencapai level 150 di masa mendatang.

Perputaran dana yang masif di awal tahun ini menjadi stimulus ekonomi paling kuat yang langsung dirasakan di tingkat bawah.

Badan Gizi Nasional memperkirakan hingga akhir Maret 2026 peredaran dana akan menyentuh Rp62 triliun yang jauh lebih tinggi dibandingkan stimulus tahun sebelumnya pada periode serupa sebesar Rp37 triliun.

Stimulus sebelumnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 4,7 persen dan pola baru ini diharapkan memberikan dampak yang lebih signifikan lagi.

Banyak pelaku usaha di daerah melaporkan bahwa ketersediaan uang tunai di lapangan kini jauh lebih lancar sehingga roda ekonomi bergerak lebih cepat dari sektor paling dasar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved