
Repelita Jakarta - Ribuan dokumen rahasia terkait kasus Jeffrey Epstein baru-baru ini dibuka oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang memicu gejolak publik luas di berbagai belahan dunia.
Jeffrey Epstein seorang terpidana kejahatan seksual yang meninggal pada 2019 di balik jeruji penjara meninggalkan kontroversi besar yang terus bergulir hingga kini.
Perilisan arsip tersebut mencakup laporan FBI korespondensi email catatan penyelidikan internal serta ringkasan wawancara saksi yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
Dokumen-dokumen itu dirilis sebagai bagian dari komitmen transparansi pemerintah AS untuk membuka arsip salah satu kasus paling kontroversial dalam sejarah hukum modern Amerika.
Kasus Epstein pertama kali muncul ke permukaan pada tahun 1996 ketika Maria Farmer melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya bersama adiknya Annie.
Saat itu Farmer dan adiknya yang berusia 16 serta 12 tahun dipekerjakan Epstein untuk proyek seni dan fotografi.
Dokumen investigasi mencatat Epstein pernah memerintahkan seseorang mengambil foto gadis-gadis kecil di kolam renang serta mengancam korban agar tidak melapor termasuk dengan ancaman pembakaran rumah.
Laporan Farmer berulang kali disampaikan kepada penyelidik federal namun selama bertahun-tahun tidak mendapat respons terbuka dari pihak berwenang.
Perhatian serius baru muncul pada tahun 2005 ketika polisi Palm Beach Florida menerima laporan dari keluarga seorang remaja berusia 14 tahun yang mengalami pelecehan di rumah Epstein.
Penyelidikan menemukan pola serupa pada korban lain di mana remaja direkrut dengan dalih pijat kemudian diberi uang setelah pertemuan.
Pada Mei 2006 kepolisian Palm Beach menandatangani dokumen dakwaan terhadap Epstein atas tuduhan hubungan seksual ilegal dengan anak di bawah umur.
Epstein ditangkap pada Juli 2006 dengan tuduhan meminta layanan prostitusi yang dianggap terlalu ringan dan memicu kemarahan pejabat kepolisian setempat.
Pada Juni 2008 Epstein mengaku bersalah atas dua tuduhan yaitu meminta jasa prostitusi serta meminta jasa prostitusi dari anak di bawah umur.
Ia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara namun sebagian besar dijalani melalui program pembebasan kerja sehingga bisa keluar penjara di siang hari.
Epstein akhirnya dibebaskan lebih awal pada Juli 2009 setelah menjalani 13 bulan.
Pada Juli 2019 Epstein ditangkap kembali oleh jaksa federal New York atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi.
Sebulan kemudian ia ditemukan tewas di sel penjara New York dan dinyatakan sebagai bunuh diri yang memicu berbagai teori konspirasi.
Minat publik kembali melonjak pada 2024 setelah pengadilan membuka lebih banyak dokumen gugatan perdata.
Pada awal 2025 Jaksa Agung AS Pam Bondi sempat menyebut adanya dugaan daftar klien Epstein meski pernyataan itu kemudian dibantah Departemen Kehakiman.
Kongres AS mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada November 2025 yang memaksa pembukaan arsip secara bertahap.
Dokumen yang dirilis mengungkap detail operasi Epstein termasuk catatan bahwa ia sengaja memastikan korbannya masih di bawah umur serta preferensi diskriminatif terhadap ciri fisik korban.
Nama-nama tokoh terkenal seperti Donald Trump Bill Clinton Elon Musk Bill Gates dan Pangeran Andrew muncul dalam berbagai konteks pergaulan sosial Epstein pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Namun kehadiran nama-nama tersebut tidak serta merta menunjukkan keterlibatan dalam kejahatan melainkan sering hanya sebagai kontak atau kenalan sosial.
Editor: 91224 R-ID Elok

