Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Defisit APBN Rp54,6 Triliun di Januari 2026: Prof Marzuki Soroti Andil Program Populisme MBG dan Kopdes Merah Putih

 Dana Desa Dikorbankan demi Koperasi Merah Putih? Bayangkan ini. Tahun lalu  desa Anda menerima sekitar Rp1 miliar. Tahun 2026? Tinggal Rp200–300 juta.  Dipangkas 58 persen. Rp34,57 triliun dialihkan. Katanya untuk mendukung  program

Repelita Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mengalami defisit sebesar lima puluh empat koma enam triliun rupiah per tanggal tiga puluh satu Januari dua ribu dua puluh enam.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Prof Marzuki menyatakan program-program populis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis hingga Koperasi Desa Merah Putih turut berkontribusi terhadap defisit tersebut.

Pemerintah mengklaim defisit terjadi karena penerimaan negara masih terbatas di awal tahun namun Prof Marzuki menilai ada kaitan langsung dengan pembiayaan program strategis yang telah direncanakan sebelumnya.

Kementerian Keuangan mencatat defisit mencapai nol koma dua puluh satu persen dari Produk Domestik Bruto dengan hubungan erat terhadap belanja program prioritas pemerintah yang bersifat populis.

Program-program tersebut direncanakan menyerap anggaran sekitar satu ribu empat ratus empat puluh triliun rupiah atau sekitar tiga puluh tujuh persen dari total APBN.

Prof Marzuki menyoroti khususnya program Makan Bergizi Gratis yang telah menghabiskan dana sekitar tiga puluh enam triliun rupiah pada bulan Februari atau lebih dari sepuluh persen dari total anggaran tiga ratus tiga puluh lima triliun rupiah.

Program Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan membutuhkan anggaran besar sekitar delapan puluh tiga triliun rupiah sementara bansos dan program serupa mencapai lima puluh lima triliun rupiah.

Ia meminta pemerintah berhati-hati dalam pengelolaan fiskal karena kondisi saat ini cukup berisiko jika tidak diawasi dengan ketat.

Bila tidak terkendali defisit berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran di akhir tahun yang melampaui batas defisit maksimal tiga persen dari PDB sesuai ketentuan undang-undang.

Ke depan defisit diyakini akan semakin melebar jika pengawasan lemah sehingga beban pembayaran utang baik dalam maupun luar negeri terus membengkak.

Akibatnya pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sekitar lima koma lima persen pada tahun dua ribu dua puluh enam sulit tercapai karena beban utang yang semakin besar.

Prof Marzuki menyarankan agar anggaran yang terbatas diprioritaskan pada sektor produktif dan riil yang memiliki dampak pengganda tinggi bagi perekonomian.

Sementara itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan defisit tersebut masih aman dan terkendali karena hanya nol koma dua puluh satu persen dari PDB.

Purbaya menjelaskan kinerja pendapatan negara hingga akhir Januari mencapai seratus tujuh puluh dua koma tujuh triliun rupiah atau lima koma lima persen dari target dengan pertumbuhan sembilan koma lima persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut ditopang penerimaan perpajakan yang kuat serta pemulihan Penerimaan Negara Bukan Pajak terutama di luar komponen berulang tahun sebelumnya.

Belanja negara terealisasi dua ratus dua puluh tujuh koma tiga triliun rupiah atau lima koma sembilan persen dari target dengan lonjakan dua puluh lima koma tujuh persen secara tahunan.

Kenaikan belanja mencerminkan akselerasi pemerintah sejak awal tahun untuk mendukung program prioritas menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan pertama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved