
Repelita Pangkep - Seorang teknisi pesawat tercatat dalam manifest penumpang pesawat ATR empat puluh dua lima ratus yang mengalami musibah jatuh di kawasan Bulusaraung.
Teknisi tersebut bernama lengkap Franky D Tanamal yang seharusnya ikut dalam penerbangan menuju Makassar dari Yogyakarta pada hari Sabtu tanggal tujuh belas Januari dua ribu dua puluh enam.
Namun pada kenyataannya, Franky D Tanamal justru berhasil selamat karena tidak mengikuti penerbangan naas tersebut.
Kabar mengenai keselamatan teknisi itu kemudian menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial selama tiga hari terakhir.
Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui sebuah akun Facebook milik Rumoton Sitanggang dengan nama akun @Gemilang Jaya Ban.
Akun tersebut merupakan milik sebuah bengkel sekaligus toko penjualan berbagai jenis ban yang berbasis di daerah tertentu.
Dalam unggahannya, Rumoton Sitanggang menceritakan secara detail bagaimana temannya tersebut bisa terhindar dari kecelakaan maut itu.
Dia menuliskan ungkapan syukur atas keselamatan yang diterima oleh Franky Tanamal dengan kalimat yang penuh rasa haru.
“Puji Tuhan atas segala kemurahannya. Sobatku luput dari musibah ini karena tidak ikut dalam penerbangan beliau izin ke komandannya untuk melakukan pelayanan di gereja,” tulisnya.
Rumoton juga menambahkan bahwa mereka berdua ternyata sama-sama melayani umat Tuhan dalam ibadah pagi di hari yang sama.
Unggahan itu diakhiri dengan kalimat renungan bahwa cara Tuhan dalam menyelamatkan umat-Nya memang tidak pernah bisa diselami sepenuhnya.
Akun Facebook tersebut juga mempublikasikan tiga buah foto yang berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut.
Salah satu foto yang diunggah menunjukkan dokumen manifest resmi pesawat ATR empat puluh dua lima ratus dengan rute Yogyakarta menuju Makassar.
Foto lainnya menampilkan gambar Franky Tanamal sedang bersama dengan pemilik akun dalam suatu momen kebersamaan.
Rumoton Sitanggang kemudian memberikan konfirmasi langsung mengenai kabar yang telah dia sebarkan melalui akun media sosialnya.
Dia mengaku memang memiliki hubungan persahabatan yang cukup dekat dengan teknisi yang selamat dari musibah itu.
Rumoton juga menegaskan bahwa menurut penjelasan Franky Tanamal, pesawat tersebut dalam kondisi layak terbang sebelum berangkat.
“Kebetulan tekhnisinya teman saya yang luput dari musibah ini. Dia izin ke komandannya tidak ikut terbang karena ada pelayanan di gereja saat itu. Yang pasti pesawat layak terbang. Ini murni musibah," ujar Rumoton Sitanggang.
Data yang tercatat dalam manifest penumpang menunjukkan bahwa jumlah kru yang bertugas dalam penerbangan itu sebanyak tujuh orang.
Seluruh kru tersebut merupakan awak pesawat yang bertanggung jawab atas operasional penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar.
Sementara itu jumlah penumpang sipil yang ikut dalam pesawat tersebut hanya tiga orang saja berdasarkan catatan resmi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

