Repelita Jakarta - Elit Partai Demokrat Andi Arief mengonfirmasi bahwa Susilo Bambang Yudhoyono melalui kuasa hukum Muhajir telah mengajukan laporan polisi terhadap empat akun media sosial ke Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut terkait dugaan penyebaran informasi tidak benar yang menuding SBY sebagai pihak di balik polemik ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo.
Proses hukum ini ditempuh setelah somasi sebelumnya tidak mendapat tanggapan memadai dari para pemilik akun.
Karena somasi tidak diindahkan, maka empat akun dilaporkan tulis Andi melalui akun X @Andiarief__ pada 6 Januari 2026.
Salah satu akun YouTube bernama Kajian Online memang telah menyampaikan permintaan maaf atas kontennya, namun tetap dimasukkan dalam daftar laporan.
Karena telah melakukan fitnah soal SBY di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi sebut Andi.
Somasi yang dikirimkan sebelumnya dimaksudkan sebagai kesempatan untuk melakukan klarifikasi secara damai.
Padahal, somasi itu kesempatan untuk tabayyun tandasnya.
Partai Demokrat menilai tuduhan tersebut sebagai bentuk pencemaran nama baik dan upaya merusak reputasi SBY secara sengaja.
Isu ijazah palsu Joko Widodo yang kembali menghangat belakangan ini telah menyeret nama beberapa tokoh besar nasional.
Pemerhati politik Rizal Fadillah menilai Joko Widodo sedang menghadapi tekanan berat akibat pernyataannya sendiri yang menyebut adanya figur penting di belakang isu tersebut.
Jokowi benar-benar berada dalam masalah besar karena berulang kali menyebut ada orang besar di belakang isu ijazah palsunya ujar Rizal dalam wawancara pada 4 Januari 2026.
Pernyataan tersebut dianggap telah mengarahkan kecurigaan kepada nama-nama seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri.
Akibatnya, kedua partai besar bereaksi tegas dengan langkah hukum awal berupa somasi.
Tentu Partai Demokrat dan PDIP berang. Keduanya mulai mengambil langkah hukum yang diawali dengan somasi ucap Rizal.
Rizal mempertanyakan siapa yang memberikan saran kepada Joko Widodo hingga membuat pernyataan yang memperluas konflik.
Siapa pembisik Jokowi sehingga blunder memperluas medan tempur di tahun malapetaka 2026 tersebut? Nampaknya Jokowi terjebak dalam kebodohannya sendiri tegasnya.
Para pihak yang sebelumnya dilaporkan oleh kubu Joko Widodo kini memprioritaskan menghadapi proses hukum.
Adalah para tersangka yang diadukan atau dilaporkan Jokowi dan relawannya yang juga telah mengajukan somasi akan tetapi belum berlanjut karena memilih prioritas untuk terlebih dahulu menghadapi proses hukum di Polda Metro Jaya jelas Rizal.
Meski demikian, potensi gugatan balik terhadap Joko Widodo tetap terbuka lebar atas dasar pencemaran nama baik.
Meskipun demikian para tersangka potensial untuk melaporkan Jokowi atas dasar delik pencemaran dan fitnah tukasnya.
Rizal memprediksi posisi Joko Widodo semakin sulit dengan bertambahnya pihak yang berseberangan.
Jokowi akan semakin terpojok dan terbongkar kebohongannya. Di samping berhadapan dengan Roy, Rismon, Rizal, Rustam, Rayani, dan lainnya, juga kini berhadapan dengan SBY dan Mega katanya.
Konflik politik ini diprediksi akan semakin memanas sepanjang tahun 2026.
Pertarungan semakin seru dan panas. Jokowi akan sulit bertahan, benteng pertahanan kepalsuannya akan segera jebol tutur Rizal.
Ia juga menyebut strategi yang digunakan sebagai pola penyebaran informasi salah secara masif.
Strategi firehose of falsehood atau semburan fitnah ala komunis dilakukan Jokowi sebagai senjata pamungkas imbuhnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

