
Repelita Nabire - Kepolisian Resor Nabire kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa jatuhnya pesawat Smart Air jenis Caravan di dekat kawasan Bandara Nabire.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengonfirmasi bahwa dugaan sementara penyebab insiden adalah kegagalan pesawat saat melakukan lepas landas atau 'take off'.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-SNS tersebut diduga kehilangan daya angkat sesaat setelah meninggalkan landasan pacu untuk menuju Kaimana.
Insiden yang terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 12.45 WIT itu berakhir dengan pesawat mendarat darurat di area logpond Kaladiri.
Seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah tiga belas orang dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka-luka serius dalam musibah tersebut.
Setelah proses evakuasi, semua korban langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan kondisi kesehatan mereka.
Beberapa identitas penumpang yang telah berhasil didata oleh pihak berwajib antara lain Yosua Maniba, Yantibus Iyai, dan Yunus Bastira.
Nama lain yang tercatat adalah Baharudin Rada, Muh Rada, Barandina Awujani, serta Nonce Bary.
Daftar tersebut dilengkapi dengan Muh Ridho, Iwan, Maria Komboy, dan Juprianto.
Pesawat tersebut merupakan bagian dari armada penerbangan bersubsidi yang melayani rute dari Nabire menuju Kaimana dengan pilot Kapten Tania di belakang kemudi.
Kantor Basarnas Nabire telah memastikan bahwa seluruh proses evakuasi telah selesai dengan kondisi semua orang dalam keadaan selamat.
Kepala Kantor Basarnas Nabire Tri Joko menyatakan bahwa timnya masih melakukan pendataan ulang untuk memverifikasi jumlah dan identitas penumpang secara lebih akurat.
Penyelidikan oleh pihak kepolisian masih terus berlanjut untuk mengumpulkan bukti dan keterangan guna menentukan penyebab pasti dari insiden penerbangan ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

