Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu

 Dasco: DPR dan Pemerintah Sepakat Tak Revisi UU Pilkada Tahun Ini - Periskop

Repelita Jakarta - Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian Partai Gerindra dan Wakil Ketua DPR RI, dinilai memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas atau buffer power di tengah berbagai dinamika pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah, dalam pernyataannya pada Sabtu (31/1/2026), menyebutkan bahwa Dasco bukanlah politisi biasa karena kemampuannya menguasai berbagai bidang yang diperlukan dalam situasi penuh gejolak.

Kemampuan ini tercermin dari keterlibatannya dalam penanganan pascabencana di Aceh hingga urusan pengelolaan aset negara, yang menjadikannya pilar penting dalam konstelasi politik saat ini.

Dedi menjelaskan bahwa dalam dunia politik yang sarat tekanan, seorang presiden memerlukan sosok yang dapat menjadi peredam kejut dari berbagai turbulensi.

Dasco dianggap efektif mengambil peran tersebut, didukung oleh hubungan emosional dan organisasional yang panjang dengan Prabowo Subianto sehingga memberikannya legitimasi kuat.

Kedekatan secara struktural maupun politik ini memungkinkannya bertindak sebagai pelindung pemerintah dari berbagai tekanan, sebuah peran yang dianggap mirip dengan tokoh-tokoh penyeimbang di era kepresidenan sebelumnya seperti Taufiq Kiemas atau Yenny Wahid.

Posisinya sebagai Wakil Ketua DPR memberikan kendali atas proses legislasi, sementara peran di Partai Gerindra memastikan soliditas mesin partai dalam mendukung visi pemerintah.

Fleksibilitas ini memungkinkan Dasco bergerak cepat menangani isu-isu krusial yang membutuhkan solusi lintas sektor.

Dedi menambahkan bahwa Dasco merupakan perpanjangan tangan presiden yang mumpuni dalam menavigasi isu sensitif, sehingga wajar jika ia memiliki posisi strategis untuk mengatasi berbagai kebijakan yang bermasalah dan menjadi jembatan komunikasi yang mencegah distorsi instruksi presiden.

Analisis lebih lanjut mengungkap adanya potensi jarak komunikasi antara para menteri kabinet dengan Presiden Prabowo, dimana koordinasi di lapangan tidak selalu berjalan mulus.

Berbeda dengan para menteri, Dasco justru terlihat lebih luwes dan cekatan dalam berkomunikasi langsung dengan presiden.

Fenomena ini menunjukkan bahwa loyalitas dan kepercayaan menjadi faktor krusial dalam lingkaran kekuasaan, dan posisi Dasco yang strategis tidak hanya sebagai politisi parlemen tetapi juga sebagai figur sentral dalam menjaga stabilitas pemerintahan serta merespons isu-isu yang menyentuh kepentingan publik secara langsung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved