Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pandji Pragiwaksono Tegaskan Stand Up Comedy Bukan Hiburan Elitis dan Kritik Pola Pikir yang Dinilai Ketinggalan Zaman

Komentar Pedas Pandji Pragiwaksono soal Anggapan Stand Up Comedy Tidak untuk Semua Kalangan

Repelita Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono memberikan respons tegas terhadap persepsi yang menyatakan bahwa seni stand up comedy bukanlah hiburan untuk semua lapisan masyarakat. Pandji menilai bahwa pemikiran semacam itu merupakan sudut pandang yang sudah sangat ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan perkembangan seni kontemporer.

Ia menyatakan bahwa situasi di Indonesia saat ini dalam memandang komedi tunggal diibaratkannya seperti kondisi pada tahun 2011 atau 2015, di mana pemahaman dasar tentang medium hiburan ini masih perlu terus dijelaskan kepada publik. Menurutnya, anggapan tentang eksklusivitas penikmat stand up comedy adalah sebuah kesalahan besar yang perlu diluruskan.

Pandji Pragiwaksono kemudian memberikan analogi dengan dunia musik untuk memperjelas pandangannya. Ia menegaskan bahwa pada dasarnya, stand up comedy sama seperti musik, yang secara prinsip dapat dinikmati oleh siapa saja dari berbagai latar belakang. Genre seni tersebut bersifat universal dan tidak dibatasi oleh segmentasi kalangan tertentu.

Namun, ia juga memberikan catatan penting mengenai keberagaman selera di dalam stand up comedy itu sendiri. Pandji menjelaskan bahwa meskipun medianya untuk semua, setiap komika memiliki ciri khas, segmen penonton, dan penikmatnya masing-masing, persis seperti variasi genre dalam musik. Karya seorang komika tertentu mungkin tidak cocok untuk semua orang, tetapi itu bukan berarti keseluruhan genre tersebut bersifat eksklusif.

Pernyataan Pandji ini langsung memantik berbagai tanggapan dari penggemar dan netizen di platform media sosial. Seorang pengguna dengan akun @mun*** menyebut pola pikir yang membatasi stand up comedy hanya untuk kalangan tertentu sebagai bentuk stunting pemikiran, merujuk pada penjelasan yang pernah diberikan Pandji dalam pertunjukan sebelumnya.

Pengguna lain dengan akun @hir* memberikan perumpamaan dengan makanan lokal seperti durian, pete, dan jengkol yang juga memiliki penikmat spesifik, menyimpulkan bahwa persoalan ini sebenarnya berkaitan dengan selera pribadi. Sementara itu, akun @lem* mengutip pernyataan komedi senior Indro Warkop yang menyebut pola pikir sempit tersebut sebagai kemunduran dalam cara berpikir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved