Repelita Jakarta - Kekhawatiran dari kalangan Maiyah telah dijawab langsung oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto usai dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional.
Noe Letto menegaskan dengan jelas bahwa posisinya sama sekali tidak berada di bawah koordinasi Bahlil Lahadalia maupun Gibran Rakabuming Raka.
Dia menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah urusannya dan tidak perlu dikhawatirkan oleh berbagai pihak yang mempertanyakannya.
"Kalau ada yang khawatir apa saya di bawah Bahlil, di bawah Gibran, yo ora mungkin wis, nggak urusan!" ujarnya dalam video klarifikasi.
Penegasan ini disampaikannya melalui kanal YouTube pribadi pada hari Rabu malam tanggal dua puluh satu Januari dua ribu dua puluh enam.
Dia menjelaskan bahwa posisi tenaga ahli yang diembannya hanya bertugas memberikan masukan dan rekomendasi kepada pimpinan.
Pimpinan yang dimaksud adalah Ketua Dewan Pertahanan Nasional yang dijabat Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian yang dijabat Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Fungsi tenaga ahli tidak mencakup pembuatan peraturan atau kebijakan melainkan hanya penyampaian analisis situasi risiko dan rekomendasi.
Noe Letto menyebut bahwa yang dia hormati dan takuti hanyalah sang ayah Emha Ainun Najib dan Tuhan semata.
"Yang saya takuti cuma si Mbah karo Gusti Allah, malaikat wae onok Noel sing ngadepi, jadi nggak masalah," selorohnya.
Pria kelahiran sepuluh Juni seribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan ini menyebut penunjukannya sebagai sebuah eksperimen menyampaikan rekomendasi.
Dalam video berdurasi lebih dari empat puluh menit itu dia memaparkan berbagai konsep dan gagasan terkait pertahanan negara.
Namun dia berjanji tetap akan aktif dalam kegiatan Maiyah sebagai komitmen utama yang tidak akan berubah.
"Posisi saya TA tidak mengubah apapun sama sekali, Maiyah saya tetap Maiyahan karena itu yang primer," tegasnya.
Tujuannya adalah menjadi penghubung yang menyampaikan pembicaraan dari level akar rumput kepada pengambil kebijakan tanpa distorsi.
Dia berharap dapat menyampaikan berbagai diskusi dari Maiyah kepada pihak yang dapat mendengarkan dengan jernih.
Pelantikannya dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan berdasarkan keputusan resmi Ketua Harian DPN pada tanggal tujuh belas Januari.
Klarifikasi ini dilakukan untuk menenangkan masyarakat Maiyah yang banyak mempertanyakan keputusannya menerima posisi tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

